Kantor Cabang SBL di Rembang masih Beroperasi

Rabu, 31 Januari 2018 | 20:25 WIB

Kantor Biro Perjalanan Umrah dan Haji Plus PT Solusi Balad Lumampah (SBL) di Kabupaten Rembang masih beroperasi, Rabu (31/1/2018). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kantor Biro Perjalanan Umrah dan Haji Plus PT Solusi Balad Lumampah (SBL) di Kabupaten Rembang masih beroperasi, Rabu (31/1/2018).

Padahal, pemilik perusahaan ini, AJW dan staf perusahaan ER, dikabarkan ditangkap oleh pihak kepolisian di Jawa Barat.

Polisi menyangka dua orang tersangka itu melakukan tindak penipuan dan pencucian uang yang telah merugikan para jemaah haji dan umrah hingga miliaran rupiah.

Kompas.com mengabarkan, pada 31 Januari 2018, kantor pusat PT SBL di Jalan Dewi Sartika Bandung, dikerubungi para jemaah dan agen.

Moinita Desi Wahyuni, salah seorang karyawan PT SBL cabang Rembang mengatakan, tidak ada instruksi dari atasannya untuk tutup kantor.

“Masih normal. Nggak ada (instruksi untuk tutup). Karena memang nggak bener beritanya,” kata perempuan asli Binangun, Lasem.

Kepada mataairradio, ia menyebutkan, pihaknya terakhir memberangkatkan jemaah terdiri atas tujuh orang pada 31 Desember 2017.

“Yang akan berangkat, saya tidak tahu. Pemberangkatan berikutnya bulan April. Tapi saya nggak paham jumlahnya,” akunya.

Jemaah yang berangkat dari cabang Rembang, tidak selalu dari daerah ini, tetapi ada yang dari Surakarta dan Purwokerto.

Nita mengatakan, sejak tersiar kabar penangkapan bos PT SBL, belum ada calon jemaah yang datang ke kantornya.

“Sejauh ini belum ada calon jemaah yang tanya,” katanya.

Di kantor cabang ini, ia tidak bekerja sendirian, tetapi ada seorang koordinator dan seorang wakil. Namun keduanya tidak masuk kantor hari itu.

Berdasarkan pantauan sejak pagi hingga siang, memang tidak tampak ada orang yang datang ke kantor cabang PT SBL di Jalan Kartini Nomor 39D Rembang.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan