Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Sluke Dibobol Maling

Sabtu, 24 Maret 2018 | 15:44 WIB

Petugas Inafis dari Polres Rembang memeriksa kemungkinan sidik jari pada laptop yang tidak dibawa kabur pencuri saat membobol Kantor BPP Sluke, Jumat (23/3/2018) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

SLUKE, mataairradio.com – Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sluke dibobol maling, Jumat (23/3/2018) malam.

Satu unit kamera digital senilai Rp2,9 juta digondol pencuri.

Pembobolan kantor ini pertama kali diketahui oleh Kaswadi, penjaga kantor.

Sabtu (24/3/2018) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika ia membuka pintu kantor, ruangan tampak acak-acakan.

Ruangan mantri, ruang penyuluh, dan ruang perpustakaan berantakan.

Setelah dirunut, ternyata atap plafon bagian depan kiri tampak bolong.

“Kami menduga, pencuri masuk kantor dengan cara menjebol atap plafon,” beber Kepala BPP Sluke Marsam.

Ia menyatakan sudah mendokumentasikan atap plafon yang dijebol pencuri serta kondisi ruangan yang acak-acakan.

Pihaknya sempat tidak melaporkan pembobolan ini kepada polisi karena nilai kerugiannya dianggap tak sebegitu besar.

“Kami sudah membuat laporan ke pihak Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang,” katanya.

Meskipun demikian, kasus pencurian ini akhirnya tetap dilaporkan ke Polsek Sluke.

Tim Inafis dari Polres Rembang pun turun ke lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Ia mengaku heran, pencuri tidak mengambil barang berharga lainnya seperti laptop, televisi, pemutar cakram digital, dan speaker.

“Mungkin pencuri tahu bila laptop dalam kondisi rusak. Sementara laptop dan komputer lainnya yang baik, disimpan di ruangan tertentu,” ujarnya.

Pencuri diduga beraksi ketika tengah malam. Sebab, kantor BPP dekat warung kopi dan Pasar Sluke.

“Warung kopi tutup pukul 22.00, sedangkan Pasar Sluke sudah ramai sejak pukul 04.00, sehingga pencuri mungkin beraksi tengah malam,” katanya menduga.

Setelah peristiwa ini, Marsam berharap titik pintu dan jendela di kantornya dilapis teralis.

Ia pun berharap, penjaga malam ditambah. Sebab, Kaswadi lebih banyak bertugas pada siang hari karena kondisinya sakit-sakitan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan