Kantongi 12 Kursi, Harno Siap Bentuk Koalisi Besar

Saturday, 18 July 2020 | 17:21 WIB

Bakal Calon Bupati dari Partai Demokrat Harno saat ditemui reporter mataairradio.com di kediamannya, pada Sabtu (18/7/2020) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ketua DPC Partai Demokrat sekaligus bakal calon bupati Rembang Harno menyatakan akan membentuk koalisi besar untuk menantang petahana dalam kontestasi Pilkada Rembang yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

Perkembangan terakhir dinamika politik di Rembang sudah ada empat partai dengan 12 kursi di DPRD yang menyatakan membentuk koalisi. Yaitu Partai Demokrat dengan empat kursi, PKS dan Gerindra tiga kursi, serta Partai Hanura dengan dua kursi.

Saat ditemui oleh reporter mataairradio.com di kediamannya pada Sabtu (18/7/2020) pagi, Harno menyatakan pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan partai-partai lain yang belum menentukan sikap dalam agenda Pilkada nanti.

Apalagi sehari sebelumnya Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD ) Nasdem sekaligus Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto menyatakan mundur dari Bacawabup PPP.

Menurutnya, hal tersebut merupakan kabar baik, karena konstelasi politik di Rembang akan lebih dinamis lagi, sehingga banyak kemungkinan koalisi yang akan terbentuk.

Disinggung siapa bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya, Harno menegaskan ada banyak pilihan. Namun untuk saat ini, yang benar-benar siap untuk bertarung sebagai calon bupati hanya dirinya dan Abdul Hafidz walaupun tidak menutup kemungkinan ada tiga pasang calon.

“Bisa dua calon bisa tiga calon. Kita lihat perkembangan. Kami masih berkomunikasi dengan banyak partai, mungkin dengan Nasdem, PKB, atau PDIP,” ungkapnya.

Anggota DPRD yang menjabat selama tiga periode ini menolak, jika dianggap dirinya maju sebagai penantang petahana karena mempunyai modal finansial yang kuat.

Menurutnya masyarakat Rembang sudah mulai cerdas dalam memilih calon pemimpin. Pertimbangannya bukan hanya secara kekuatan finansial yang dimiliki tokoh, tetapi juga akan melihat rekam jejaknya.

“Saya kira masyarakat sudah cerdas, masalah faktor finansial sangat penting tapi nomor kesekian lah,” pungkasnya.

Dinamika politik di Rembang saat ini menunjukkan adanya komunikasi intensif antara PPP dengan PKB, kemudian koalisi empat partai yakni Demokrat, Gerindra, PKS, dan Hanura. Lalu Partai Nasdem dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

Untuk Golkar berkemungkinan akan merapat ke koalisi empat partai, karena Anjar Krisniawan satu-satunya anggota DPRD dari Golkar, terpantau sering mengikuti rapat dengan koalisi empat partai.

Sementara itu, saat reporter mataairradio mengonfirmasi Ketua DPC PDIP Rembang Ridwan, pihaknya menyatakan masih belum menentukan akan merapat ke koalisi mana.

“Masih menunggu dinamika politik yang ada,” terangnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan