Kajari Perintahkan Tangkap Dandung

Senin, 26 Agustus 2013 | 19:43 WIB

kasus-korupsi
REMBANG, MataAirRadio.net – Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Sudirman Sjarif memerintahkan penangkapan terhadap Dandung Dwi Sucahyo, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar tahun 2010. Perintah penangkapan terhadap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang itu tertuang dalam surat perintah bernomor 719/0.3.21/fd.1/08/2013 yang dibuat Senin (26/8) petang.

Sudirman Sjarif yang dihubungi MataAir Radio melalui sambungan telepon mengatakan, sejak surat tersebut dikeluarkannya, maka status Dandung adalah DPO atau sedang dalam pencarian. Ia berharap kepada setiap anggota masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka agar menghubungi aparat kejaksaan setempat.

Surat perintah penangkapan itu sendiri dibuat dalam tiga rangkap, masing-masing untuk ditembuskan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kepala Rutan Rembang, dan keluarga tersangka. Sebelumnya, Dandung enam kali mangkir dari panggilan penyidik kejaksaan negeri setempat. Terakhir kali, Dandung absen dari jadwal pemeriksaan pada Senin (26/8) pagi.

Kuasa hukum tersangka sempat mengajukan penundaan pemeriksaan dengan alasan kliennya perlu mempersiapkan mental. Namun pihak kejaksaan secara tegas mengatakan, tak ada aturan yang membenarkannya.

Koordinator Lembaga Study Pemberdayaan Masyarakat atau Lespem Rembang Bambang Wahyu Widodo berharap Dandung segera bisa ditangkap. Menurutnya, akan lebih baik Dandung menyerahkan diri agar penyidikan kasus yang membelitnya segera tuntas. Apalagi yang bersangkutan adalah pejabat tinggi di kabupaten ini, sudah semestinya memberikan teladan taat hukum.

Sebelumnya, Lespem sempat meragukan kinerja kejaksaan negeri setempat setelah “membiarkan” Dandung kembali absen. Menurut Lespem, absen dari panggilan penyidik hingga enam kali bisa dianggap sebagai tindakan melecehkan upaya penegakan hukum.

Dandung Dwi Sucahyo diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar yang dibiayai dana alokasi khusus tahun 2010 senilai Rp7,8 miliar. Pejabat asal Desa Dorokandang Kecamatan Lasem ini ditetapkan sebagai tersangka bersama Bambang Joko Mulyono.

Bambang Joko adalah pejabat pembuat komitmen dalam proyek pengadaan buku yang merugikan negara hingga lebih dari empat miliar rupiah tersebut. Kasus ini menggelinding sejak Januari lalu. Bambang sudah ditahan dan kini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan