Kajari Yakini Korupsi Buku Ajar Berjamaah

Kamis, 14 Februari 2013 | 15:07 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, Sudirman Sjarif

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, Sudirman Sjarif

REMBANG, MataAirRadio.net – Pihak Kejaksaan Negeri Rembang meyakini korupsi pengadaan buku ajar untuk SD dan SMP tahun 2010 tidak dilakukan oleh Bambang Joko Mulyono seorang diri, tetapi berjamaah.

Namun Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Sudirman Sjarif kepada reporter MataAir Radio, Kamis (14/2) siang menyatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya hanya akan fokus untuk mengebut penyelesaian berkas perkara Bambang Joko Mulyono.

Sudirman juga menyatakan, pihaknya telah mencatat nama beberapa orang yang saat ini masih berstatus sebagai saksi, namun bisa saja statusnya dinaikkan menjadi tersangka.

Dalam perkara Bambang Joko Mulyono, pihak Kejaksaan Negeri Rembang telah memeriksa kuasa pengguna anggaran dalam hal ini kepala dinas pendidikan, panitia anggaran, dan kelompok kerja sebagai saksi. Sudirman Sjarif menegaskan dengan lantang, meski langit runtuh, hukum harus tetap ditegakkan.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Sudirman Sjarif menambahkan, minggu depan pihaknya akan memeriksa tiga saksi ahli, salah satunya dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Keterangan saksi ahli tersebut diharapkan akan semakin menguatkan dugaan korupsi pengadaan buku ajar 2010.

Mengenai tudingan dari pihak kuasa hukum Bambang Joko Mulyono yang antara lain menyebut pihak Kejaksaan Negeri Rembang tidak memiliki cukup dua alat bukti, Sudirman menekankan, ia mempersilakan saja. Hanya, dirinya memastikan apa yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan dalam penyelidikan serta penyidikan.

Seperti diketahui, pihak Kejaksaan Negeri Rembang telah menetapkan Bambang Joko Mulyono yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian Mutu pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan buku ajar untuk SD dan SMP yang dibiayai dengan dana alokasi khusus tahun 2010.

Bambang Joko Mulyono ditahan sejak 16 Januari lalu oleh pihak Kejaksaan Negeri Rembang dan dititipkan di Rutan Kelas IIB Rembang. Kuasa Hukum Bambang Joko Mulyono, Eddy Heryanto sempat menyebut penahanan terhadap kliennya terlalu dipaksakan dan pihaknya pun meminta status penahanan diubah dari tahanan rutan menjadi tahanan kota. (Pujianto)

 

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan