Kajari Gadungan Nyaris Tipu Sejumlah Pejabat Rembang

Monday, 4 April 2016 | 19:26 WIB
Ilustrasi. (Foto: seputarluwuraya.com)

Ilustrasi. (Foto: seputarluwuraya.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Nama Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Nur Rohman dicatut oknum tak bertanggungjawab dan nyaris digunakan untuk mendapatkan sejumlah uang dengan modus penipuan. Sasarannya sejumlah kepala dinas, kepala badan, dan ketua DPRD.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Rembang Daenuri mengaku ditelepon seseorang yang mengaku sebagai Kajari Rembang, Senin (4/4/2016) sekitar pukul 08.00 WIB. Kebetulan Kajari Rembang memang baru.

“Seseorang yang mengaku Kajari Rembang Pak Nur menelepon di nomor telepon kantor dan diterima oleh staf saya. Tapi karena tersambung ke ruangan saya, saya pun menerima panggilan itu,” katanya.

Di ujung telepon, seseorang yang mengaku Kajari itu meminta Daenuri menghubunginya kembali, tetapi kali ini agar melalui nomor ponsel pribadi.

“Saya diminta menghubungi balik di nomor ponsel. Saya juga dimintai nomor, saya kasih. Tapi setelah telepon ditutup, saya hubungi Kabag Hukum soal ini dan diminta untuk mengabaikan saja,” terangnya.

Setelah itu, Daenuri menyatakan sempat dikontak lagi oleh nomor ponsel orang yang mengaku Kajari, tetapi tidak diangkatnya, sesuai arahan dari Kabag Hukum.

“Belum sampai meminta-minta uang. Ini nomor yang ngaku Kajari, 085397745775,” bebernya.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Nur Rohman sedang tidak berada di kantor ketika reporter mataairradio hendak mengonfirmasi kasus ini.

Tetapi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Rembang Eko Yuristianto membenarkan, ada sejumlah pejabat ditelepon seseorang yang mengaku Kajari.

Selain Kepala Dinpendukcapil, Kepala Dinas Kesehatan Rembang Ali Syofii bahkan datang langsung ke kantor kejaksaan untuk mengonfirmasi soal telepon itu.

Ketua DPRD Majid Kamil juga dihubungi oleh seorang yang mengaku Kajari Rembang. Bahkan, menurut sumber terpercaya di internal DPRD, sang penelpon telah sempat menyebut nominal uang.

“Sebelumnya kata Pak Kajari dan Pak Kasi Intel, Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional, red.) juga nerima telepon seperti itu,” ungkapnya.

Untung mereka yang ditelepon segera berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, sehingga tidak sampai kena tipu. Eko mengaku sudah melaporkan persoalan ini kepada Kajari yang hari itu memang sedang tugas dinas di Kejati Jawa Tengah.

“Pak Kajari menyatakan tidak melakukan tindakan demikian. Tidak benar itu,” tegasnya.

Kasus penipuan dengan mencatut nama pejabat di Kejaksaan Negeri Rembang, tidak kali ini saja terjadi.

Mei tahun lalu, sejumlah pejabat yang saat itu terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang ditangani kejaksaan, bahkan kena tipu puluhan hingga ratusan juta rupiah oleh seseorang yang mengaku Kajari Rembang.

Karena kasus semacam ini terus berulang, maka pihak Kejari Rembang berjanji akan menyelidiki serius pelaku pencatutan dan percobaan penipuan dengan juga berkoordinasi dengan polisi.

“Kami sudah mencatat sejumlah nomor yang digunakan pelaku untuk beraksi. Kami sedang selidiki ini,” pungkas Kasi Pidsus.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




2 comments
  1. nilon henry

    April 4, 2016 at 8:53 pm

    Effek dari soal.maraknya tipikor, ada yg sengaja memanfaatkan situasi, jebak sj koordinasi dg kepolisian, kalau perlu kajari ada nomer khusus yg dishare ke publik, kalau bkn nomor itu, pejabat lain tdk perlu menanggapi

    Reply
  2. Pemantau Keuangan Negara

    April 8, 2016 at 8:07 pm

    Tangkap dan penjarakan yang manfaatkan situasi ..dan yang ngaku kajari

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan