Kafe Karaoke Ditengarai Beroperasi Diam-diam saat Ramadan

Kamis, 16 Juni 2016 | 12:19 WIB
Sejumlah pemandu karaoke (PK) digaruk oleh petugas gabungan dalam razia bina kusuma di beberapa warung kopi, Selasa (23/2/2016) malam. Mereka berasal dari berbagai tempat warung kopi dan cafe yang berfasilitas karaoke di Rembang. (Foto: mataairradio.com)

Sejumlah pemandu karaoke (PK) digaruk oleh petugas gabungan dalam razia bina kusuma di beberapa warung kopi, Selasa (23/2/2016) malam. Mereka berasal dari berbagai tempat warung kopi dan cafe yang berfasilitas karaoke di Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah kafe karaoke ditengarai beroperasi secara diam-diam pada saat malam hari bulan Ramadan di Kabupaten Rembang, padahal mereka dilarang buka selama sebulan hingga seusai Lebaran.

Menurut sumber terpercaya mataairradio, kafe karaoke yang sempat nekat buka cenderung berskala kecil dan berlokasi di bilangan Kecamatan Rembang.

Sumber itu juga mengungkapkan modus kafe karaoke yang melanggar aturan, yaitu menutup pagar depan, seolah-olah tutup, tetapi ternyata beroperasi.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Rembang Sudarno mengaku belum menerima satu pun laporan tentang kafe karaoke yang nekat buka pada bulan Ramadan.

“Laporan belum ada. Sementara ini, kami baru menyisir warung kopi berfasilitas karaoke yang di antaranya diketahui nekat buka di luar jam yang ditentukan,” ujarnya ketika dihubungi reporter mataairradio, Kamis (16/6/2016) siang.

Ia membenarkan bahwa selama bulan Ramadan, kafe karaoke dilarang beroperasi alias tutup penuh, sedangkan warung kopi berfasilitas karaoke hanya boleh buka mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.

“Kalau kemarin kita temukan warung kopi yang buka sebelum pukul 17.00, bahkan sebelum tengah hari sudah buka, maka sekarang ini kita akan razia mereka; apakah masih beroperasi di atas pukul 22.00,” tandasnya.

Tentang laporan yang menyebut kafe karaoke nekat beroperasi secara diam-diam, pihaknya akan melakukan pendalaman di lapangan agar Satpol PP tidak kecele.

“Kalau memang nekat buka dan terbukti, ya akan kita tutup. Aturannya begitu. Itu instruksi Bupati. Kami berharap pelaku usaha kafe karaoke tidak mencoba membangkang aturan,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan