Kadis Pertanian: Petani Bisa Mulai Tanam Padi

Senin, 10 Oktober 2016 | 16:28 WIB
Hujan deras mengguyur wilayah Kota Rembang pada Rabu (15/6/2016) siang. Kabupaten Rembang diprediksi menghadapi kemarau basah pada tahun ini. (Foto: Pujianto)

Hujan deras mengguyur wilayah Kota Rembang pada Rabu (15/6/2016) siang. Kabupaten Rembang diprediksi menghadapi kemarau basah pada tahun ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Rembang menyatakan bahwa saat sekarang petani bisa mulai menanam padi pada musim tanam pertama, seiring curah hujan yang tinggi belakangan ini.

Kepala Distanhut Kabupaten Rembang Suratmin mengatakan, berdasarkan rilis terkini prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jawa Tengah, wilayah kabupaten ini sudah memasuki musim penghujan pada awal Oktober, bahkan beberapa daerah sejak September.

“Rata-rata Jawa Tengah ada yang (masuk penghujan) pada September dan ada yang Oktober. Oktober ini tingkat curah hujan berkisar antara 150-200 milimeter. Sudah cukup untuk mulai tanam pertama,” terangnya pada Senin (10/10/2016).

Menurutnya, tingkat curah hujan akan meningkat pada November dan Desember sehingga para petani sudah bisa mantap mulai menanam pada saat sekarang alias maju dibandingkan dengan awal tanam pertama padi pada tahun lalu yang baru pada bulan Desember.

“Karena tingkat curah hujannya meningkat, petani bisa saja memulai tanam pertama langsung dengan benih. Kalau mau menanam dengan gogo rancah ya sekarang saja. Biar saat curah hujan lebih tinggi dari sekarang, kondisi tanam padi sudah cukup umur,” paparnya.

Suratmin menyebutkan pada tahun 2016, luas tanam padi ditargetkan mencapai 41.000 hektare. Sementara sejak saat sekarang sampai dengan Desember mendatang, luas tanam diprediksi mencapai 21.000 hektare.

“Soal pupuk urea, sampai dengan Desember nanti, stok akan tersisa sampai 9.000 ton. Kalau kebutuhan pemupukan per hektare hanya 250 kilo per hektare, maka serapannya sekitar 5.000 ton. Stoknya aman lah. Sisanya bisa untuk mencukupi kebutuhan pupuk untuk jagung,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan