Kades Trembes Bantah Tuduhan Warga Kecuali Buku Rekening

Selasa, 31 Mei 2016 | 17:43 WIB
Kepala Desa Trembes Kecamatan Gunem, AP, saat memberikan klarifikasi kepada awak media, didampingi beberapa orang pendukung dan keluarganya, Selasa (31/5/2016). (Foto: Pujianto)

Kepala Desa Trembes Kecamatan Gunem, AP, saat memberikan klarifikasi kepada awak media, didampingi beberapa orang pendukung dan keluarganya, Selasa (31/5/2016). (Foto: Pujianto)

 

GUNEM, mataairradio.com – Kepala Desa Trembes Kecamatan Gunem, AP, membantah hampir semua tudingan warga terkait dugaan tindak serong yang dilakukannya terhadap SN, ibu satu anak dan bersuami, warganya sendiri.

Ia menganggap tuduhan yang dialamatkan kepadanya sara muatan politis, dengan motif seputar pemilihan kepala desa yang berlangsung pada 3 tahun silam.

Ketika memberikan klarifikasi kepada media, Selasa (31/5/2016), AP mengaku tidak pernah berselingkuh dengan SN, apalagi sampai menidurinya. Ia juga menyatakan tidak pernah membelikan ponsel buat SN.

“Kalau membuatkan rekening, memang saya lakukan. Sebagai kepala desa, masak saya nggak mau dimintai tolong (membuatkan rekening),” beber AP.

Mengenai SMS mesra yang diajukan sebagai bukti oleh AB, suami SN, saat melaporkan dugaan tindak serong AP kepada Bupati Rembang dan pihak Inspektorat, Kades Trembes menyebutnya sebagai pancingan saja.

“Istri saya juga tahu SMS-SMS itu. Itu saya pakai untuk memancing saja. Soalnya, setiap kali saya SMS iparnya yang kebetulan bekerja pada saya, kok dia (SN, red.) terus yang balas,” kilahnya.

AP menyatakan siap mendatangi panggilan Inspektorat, apabila diperlukan pada nantinya, bahkan termasuk jika keterangannya dikonfrontasikan secara langsung dengan SN.

“Tidak ada ancaman dari saya kepada warga. Kalau soal kasus ini, silakan ditangani oleh Inspektorat. Kalau saya dipanggil, siap. (Dikonfrontasi) Siap tapi apa nanti tidak jadi bumerang,” tegasnya.

Sementara itu, meski membantah hampir semua tudingan warga dan menganggapnya sebagai fitnah serta bermotif politis, AP menyatakan tidak akan melaporkan balik warga penuduhnya kepada pihak yang berwenang.

“Nanti kalau dilaporkan balik malah bikin runyam desa. Saat ini desa kondusif. Soal dampak pemberitaan bagi keluarga, tidak ada. Ini istri saya juga datang, tapi masih perjalanan,” imbuhnya.

Mengenai perkembangan penyelidikan terhadap kasus dugaan tindak serong yang dilakukan AP, Inspektorat masih melakukan pemeriksaan saksi, salah satunya suami SN, AB.

“Kami tidak serta-merta ada laporan warga terus kami putuskan. Tetap praduga tak bersalah kami kedepankan. Kami ada SOP untuk penanganan sebuah kasus. Intinya, kasus ini akan berjalan sesuai dengan prosedur,” terang Inspektur Kabupaten Rembang, Fachrudin.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan