Kades Rembang Cemas Dana Desa Belum Jelas

Jumat, 25 Maret 2016 | 21:17 WIB
Para kepala desa di Kabupaten Rembang ketika menghadiri rapat koordinasi dana desa di Pendapa Museum Kartini, Senin (21/3/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Para kepala desa di Kabupaten Rembang ketika menghadiri rapat koordinasi dana desa di Pendapa Museum Kartini, Senin (21/3/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebagian besar kepala desa di Kabupaten Rembang cemas oleh masih belum jelasnya pencairan dana desa di tahun ini, meskipun peraturan bupati tentang petunjuk teknis dan pelaksanaan pencairan sudah diundangkan baru-baru ini.

Kepala Desa Sumberjo Kecamatan Rembang Yopi Arifvianto, Jumat (25/3/2016) pagi mengatakan, apabila pencairan dana desa sampai molor hingga April atau bahkan Mei, maka realisasi pembangunan di desa akan keteteran seperti tahun 2015.

“Apalagi Bupati memberi instruksi pencairan 3 tahap. Kalau tiga tahap dan tahap pertamanya April, maka tahap keduanya bisa Juli, dan tahap tiga bisa September. Akan keteteran lagi kalau begitu,” tandasnya kepada reporter mataairradio.

Sebenarnya, kalau berpotensi molor seperti sekarang, ia lebih memilih pencairan dilakukan dua tahap, yaitu 60 persen dan 40 persen. Apalagi jika molor, para perangkat desa akan menunggu lama untuk mendapat penghasilan tetap.

“Kalau molor yang kasihan teman-teman perangkat desa. Mereka sudah dituntut kerja ekstra menyusun APB-Des,” tegasnya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanuddin mengatakan, pihak Pemerintah Pusat sudah sempat memberikan sosialisasi bahwa dana desa akan ditransfer pada Maret ini.

Namun sampai dengan 25 Maret ini, belum ada tanda-tanda segera ditransfer. Pihaknya pun masih menunggu pemberitahuan resmi dan terkini dari Pemerintah Pusat.

“Hal yang kami tunggu adalah menyangkut perubahan tahapan transfer dana desa, dari tiga kali menjadi dua kali. Tapi kebijakan itu belum disertai dengan perubahan peraturan pemerintah yang mengaturnya,” terangnya.

Ia mengakui, Bupati sudah memerintahkan agar dana desa tetap disalurkan tiga tahap. Perintah itu dituangkan dalam perbup yang sudah diberikan kepada setiap kepala desa dan disampaikan juga ke Pemerintah Pusat.

“Namun kami masih menunggu kemungkinan perubahan PP dalam waktu dekat,” katanya menekankan.

Akhsanuddin mengaku memahami adanya kegelisahan di tingkat desa, terutama soal penghasilan tetap atau siltap bagi perangkat desa, yang tidak kunjung bisa dicairkan.

“Kami pun meminta agar pihak desa memahami, karena penyaluran dana desa diatur dengan ketentuan yang kompleks,” imbuhnya.

Ia menegaskan pula bahwa selain persoalan regulasi, Kabupaten Rembang sudah siap menyalurkan dana desa tahun ini. Sebab, LPj atau laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa tahun 2015 sudah komplet dan telah disampaikan kepada Menteri Keuangan.

“Sebenarnya (selain regulasi) kita tinggal mencairkan saja dana desa begitu sudah ditransfer oleh Pusat. Laporan kita sudah beres,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan