Kades Kurang Intim dengan “Eyang Google”

Rabu, 24 April 2013 | 14:46 WIB
sosialisasi internet sehat di Aula Sanggar Budaya Kompleks Museum Kartini Rembang. (Foto:Puji)

Sosialisasi internet sehat di Aula Sanggar Budaya Kompleks Museum Kartini Rembang. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Rembang mengaku belum intim atau akrab dengan internet apalagi berselancar dengan mesin pencari google.

Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Rembang Kaseri kepada reporter MataAir Radio, Rabu (24/4) pagi menyatakan, internet yang memiliki banyak fungsi positif belum banyak dimanfaatkan secara optimal oleh sebagian besar kades.

Padahal menurutnya, melalui internet para kades mencari sejumlah informasi penting ataupun referensi melalui google. Kaseri yang ditemui seusai mengikuti sosialisasi internet sehat di Aula Sanggar Budaya Kompleks Museum Kartini juga mengatakan, kades perlu akrab dengan internet agar bisa berperan dalam menekan penggunaan internet yang tidak sehat. Apalagi belakangan, internet sudah mulai bisa dinikmati secara mudah oleh masyarakat di wilayah perdesaan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang Suyono mengatakan, pengintensifan sosialiasi internet sehat ditempuh mengingat pertumbuhan akses komunikasi dan informasi yang semakin cepat.

Pihaknya mencatat ada sebanyak 77 pengusaha warnet, 294 kepala desa/kelurahan, serta ratusan guru bimbingan konseling dan anggota PKK di Kabupaten Rembang, namun belum semua mendapatkan sosialisasi mengenai penggunaan internet secara sehat.

Suyono berharap melalui pengusaha warnet, kepala desa atau lurah, guru BK, dan PKK melalui dasa wisma, gerakan menggunakan internet secara sehat bisa terwujud.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Joko Santoso yang hadir dalam kesempatan itu sebagai pemateri memaparkan, internet merupakan jaringan netral yang bisa disalahgunakan oleh pemakainya.

Pihaknya mengungkapkan, kasus pelecehan seksual dan perkosaan yang ditangani pihak kepolisian banyak dipicu oleh akses internet secara negatif seperti pornografi. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan