Kades dan Perangkat Desa Sendangmulyo Gelar Klarifikasi

Senin, 4 April 2016 | 19:05 WIB
Aksi Kepala Desa dan Perangkat Desa serta warga pendukung Kades Sendangmulyo Kecamatan Sluke melakukan aksi unjuk rasa klarifikasi tuduhan sekelompok warga yang melakukan aksi sebelumnya dan menuding pengelolaan dana kontribusi dari perusahaan di Pelabuhan Tanjung Bonang kepada pihak desa, tidak jelas. (Foto: Pujianto)

Aksi Kepala Desa dan Perangkat Desa serta warga pendukung Kades Sendangmulyo Kecamatan Sluke melakukan aksi unjuk rasa klarifikasi tuduhan sekelompok warga yang melakukan aksi sebelumnya dan menuding pengelolaan dana kontribusi dari perusahaan di Pelabuhan Tanjung Bonang kepada pihak desa, tidak jelas. (Foto: Pujianto)

 

SLUKE, mataairradio.com – Kepala Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke Asrori beserta seluruh perangkat desa dan belasan warga pendukungnya melakukan aksi dengan berkumpul di depan pintu masuk kawasan Pelabuhan Tanjung Bonang, Senin (4/4/2016) siang.

Mereka berkumpul untuk klarifikasi tudingan sekelompok warga setempat yang menganggap pengelolaan dana kontribusi dari perusahaan yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Bonang tidak jelas.

Asrori mengatakan, tudingan penyelewengan dana kontribusi oleh desa, tidak benar. Ia menyebut tudingan sekelompok warga itu sebagai fitnah.

“Dana kontribusi yang diterima per bulan oleh desa, dipertanggungjawabkan di musdes. Proporsi penggunaannya pun jelas; 50 persen untuk sosial, 30 persen untuk fisik, dan 20 persen untuk operasional desa,” bebernya.

Perangkat Desa Sendangmulyo, Yasin menambahkan, ada lima perusahaan yang kini beroperasi di Pelabuhan Tanjung Bonang, tapi tidak semuanya memberikan dana kontribusi bagi desa.

“Jumlah kontribusi yang masuk ke desa tidak sama. Ada yang Rp1 juta, ada yang sampai Rp9 juta per perusahaan,” katanya.

Hanya satu perusahaan yaitu PT Bangun Arta Kencana (BAK) yang oleh Yasin disebut belum memberikan dana kontribusi bagi Desa Sendangmulyo.

“BAK belum memberi kontribusi karena Sendangmulyo dianggap tidak terkena dampak atas operasional perusahaan mereka di pelabuhan. Yang dikasih Desa Blimbing,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, jumlah kontribusi dari perusahaan bergantung pada persentase operasional dalam sebulan. Pihaknya memastikan dana tersebut dialokasikan sesuai dengan ketentuan.

“Dana kontribusi itu dipakai juga untuk program kesehatan bayi dan anak di bawah lima tahun serta pembangunan jembatan desa,” imbuhnya.

Sementara itu, seorang petugas keamanan kawasan Pelabuhan Tanjung Bonang, Purnomo Widagdo menilai, unjuk rasa menuntut transparansi dana kontribusi, bukan seutuhnya aspirasi warga.

“Jumlah pendemo hanya puluhan, sedangkan warga Sendangmulyo 2.000-an orang. Itu bukan aspirasi warga seutuhnya,” ujarnya

Sebenarnya, ia pun mengaku tidak mempersoalkan aksi demonstrasi yang dilakukan warga. Hanya saja ia meminta demo tidak dilakukan secara anarkistis atau menganggu aktivitas di komplek pelabuhan.

“Kami, keamanan, akan menertibkan aksi unjuk rasa, jika sampai menutup akses pelabuhan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



2 comments
  1. k0cl0x

    April 4, 2016 at 9:43 pm

    Fatah Yasin saja pemalsu tanda tangan tanah selatan pelabuhan ko ngoceh2… patah yasin sampean penipu tanda tangan tanah barat holimina.. dasar kelompok penipu.. hahahha

    Reply
  2. BondeT

    April 5, 2016 at 1:56 pm

    seorang Kades yg menjadi panutan masyarakat dalam menyampaikan sanggahan melalui jalur demo dan bertempat di lokasi yg tidak semestinya, padahal ada BALAI DESA yg dapat digunakan untuk hal tsb. ini Kades yg berperilaku aneh yg tidak bisa menjadi suri tauladan masyarakatnya. dengan cara seperti itu sepertinya KADES ini menyembunyikan suatu kebobrakan didalam kepemimpinannya.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan