Kabar Tebaran Paku Jadi Perhatian, Polisi Beri Klarifikasi

Selasa, 30 Januari 2018 | 18:05 WIB

Warung di tepi Jalan Pantura Kaliori mengundang truk parkir, sehingga berpotensi mencelakakan pengguna jalan. (Foto: mataairradio.com)

 

KALIORI, mataairradio.com – Para pengguna jalan di Jalur Pantura Dresi Kaliori dibuat resah oleh kabar yang beredar terkait tebaran paku di ruas itu sehingga mengakibatkan sejumlah kendaraan bocor ban ramai-ramai, Sabtu (27/1/2018) lalu dan Senin (29/1/2018) malam.

Menanggapi keresahan ini, pihak Polsek Kaliori memberikan klarifikasi. Kapolsek Kaliori AKP Susatyo melalui Kanit Reskim Aiptu Ansori mengatakan, yang terjadi adalah mobil ramai-ramai pecah ban.

“Kami tidak menemukan fakta bahwa kendaraan yang ramai-ramai bocor ban itu karena terkena serakan paku. Itu pecah ban dan penyebabnya bukan paku,” katanya kepada mataairradio.

Ia menilai, setidaknya tiga mobil yang pecah ban hampir secara bersamaan, lantaran terperosok di jalan berlubang saat menyalip dari kiri.

“Dugaan ini karena kejadian serupa tidak terjadi pada siang hari, termasuk pada Selasa (30/1/2018) ini,” terangnya.

Ansori memastikan, anggotanya langsung turun ke lapangan menindaklanjuti keresahan masyarakat. Pihaknya tidak menemukan fakta serakan paku di Jalur Pantura Dresi.

“Hanya memang ruas setempat yang gelap, rawan tindak kejahatan,” tandasnya.

Ia sebatas menyarankan agar pengguna jalan menyalip sesuai aturan. Tidak menyalip dari kiri, tetapi dari kanan. Ia mengingatkan, jalur setempat gelap, sehingga pengguna mobil mungkin terperosok.

“Di ruas itu memang terdapat lubang di tepi bahu jalan,” katanya.

Kanit Reskrim juga mengatakan, jika pun benar ada tebaran paku, biasanya diikuti dengan tindak kejahatan seperti penodongan atau perampasan.

“Sementara pada kasus ini, kan tidak ada. Tapi patroli malam di ruas jalan tersebut, tetap kami lakukan. Itu wajib,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso menyatakan menyelidiki kasus bocor ban ramai-ramai di Jalan Pantura Dresi Kaliori.

Polisi mengaitkannya dengan modus tindak kejahatan jalanan pada malam hari.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan