Juru Parkir Menyambi Edarkan Sabu-sabu Dibekuk

Sabtu, 11 Juni 2016 | 14:49 WIB
GRA, tersangka kurir sabu-sabu yang dibekuk aparat dari Satres Narkoba Polres Rembang dalam Operasi Pekat Candi 2016, Kamis (9/6/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

GRA, tersangka kurir sabu-sabu yang dibekuk aparat dari Satres Narkoba Polres Rembang dalam Operasi Pekat Candi 2016, Kamis (9/6/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang juru parkir rumah makan dibekuk oleh polisi dari Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang karena menyambi sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu, baru-baru ini.

Tersangka berinisial GRA (30), warga RT 3 RW 2 Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang. Ia ditangkap di depan rumah kos di bilangan Jalan Cinta masuk wilayah Desa Mondoteko Kecamatan Rembang, Kamis (9/6/2016) malam lalu.

Saat ditangkap, tersangka yang belakangan ditetapkan berperan sebagai kurir oleh polisi, akan mengantar paket sabu-sabu kepada seseorang tak dikenal di depan Kantor Pajak, bilangan Jalan Pemuda Rembang.

Seseorang itu diakui oleh GRA, pernah bertemu dengan dia sebelumnya di kawasan Terminal Lasem, tetapi soal identitas seperti nama dan alamat, tersangka berdalih tidak tahu.

“Waktu itu, GRA sedang mampir minum kopi di warung dekat tempat kos di Jalan Cinta. Selama tiga hari, kami melakukan pembuntutan terhadap GRA,” ungkap Kepala Satuan Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito, Sabtu (11/6/2016).

Ketika kemudian digeledah, polisi menemukan satu paket sabu-sabu yang dikemas dalam plastik klip kecil. GRA bungkam kepada polisi mengenai asal usul bubuk putih haram tersebut.

Tersangka hanya mengaku mendapat komisi Rp50.000 tiap kali mengantar satu paket sabu-sabu. Dari pemeriksaan terhadap urine tersangka, GRA bukan sebagai pengguna barang yang diedarkannya itu.

“GRA masih berusaha tidak membuka jaringannya. Ini masih kami lakukan interogasi intensif soal dari siapa yang memasok sabu-sabu kepada GRA,” tegasnya.

Selain satu paket sabu-sabu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel merek Venera, satu unit tablet merek Advancepi, uang tunai Rp31.000, sebungkus rokok merek Dunhill, SIM C atas nama GRA, dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio merah.

“Tersangka diduga keras melanggar Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (terancam pidana paling singkat lima tahun, red.). GRA kami tahan untuk kepentingan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan