Jurnalisme sedang Digelisahkan Fenomena Berita Palsu

Sabtu, 4 Maret 2017 | 13:52 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan orasi pada resepsi Peringatan Hari Pers Nasional tahun 2017 dan HUT ke-71 PWI tingkat Jawa Tengah di Pendapa Museum Kartini Rembang, Jumat (3/3/2017) malam. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud menyatakan bahwa jurnalisme pada saat ini sedang digelisahkan oleh fenomena hoax atau kabar bohong atau berita palsu.

Hal itu diungkapkan Amir pada Resepsi Hari Pers Nasional ke-71 tingkat Jawa Tengah di Pendapa Museum Kartini Rembang, Jumat (3/3/2017) malam.

Menurutnya, pers dan mitra kerjanya perlu mengembalikan harga diri pada jurnalistik yang sesungguhnya, antara lain dengan fikih jurnalistik, sekaligus menjadikan pers yang sehat.

“Pers sehat adalah pers yang profesional. Pers profesional adalah pers yang membawa maslahat bagi bangsanya antara lain perihal kebinekaan dan multikulturalisme,” paparnya.

Ia juga menandaskan, pers yang profesional itu dijabarkan dengan skill wartawan yang bagus, dan tidak cukup dengan pintar menulis, tetapi mesti dibekali pula dengan etika.

“Standar etika inilah yang akhir-akhir ini kita yakini menjadi sumber berita hoax atau berita palsu yang beredar tidak hanya dari medsos, tetapi bahkan dari media tidak jelas,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan bersepakat dengan komitmen PWI Jawa Tengah dalam upaya memerangi berita hoax atau berita palsu guna pers sehat.

“Sebagaimana statemen dari Ketua PWI tadi, hoax harus ditindas dan dihajar. Orang benar harus bicara. Seperti kata Gus Mus, adagium ‘sing waras, ngalah’ itu salah,” kata Ganjar.

Menurutnya yang hadir dan memberikan orasi pada malam itu, orang-orang benar dan cakap mesti berbicara serta menulis. Saat arus hoax muncul, arus kebenaran juga mesti didesak.

“Gus Mus juga menyatakan, melawan hoax yang tersebar di medsos gampang. Nggak suka dengan yang tersebar, dicueki saja. Terus berulang, blokir saja. Kita yang kontrol,” katanya.

Ganjar mengakui, pertempuran di media memang luar biasa. Ia pun lantas mempertanyakan kontribusi media, apakah ingin membuat suasana panas atau menyejukkan.

“Hoax? dicuekin saja. Bosen, Pak? diblok. Pertarungan media memang luar biasa. Saya senang dengan temanya. Pers sehat, waras, bangsanya menjadi hebat dan kuat,” paparnya.

Suasana peringatan HPN ke-71 tingkat Jateng di Kabupaten Rembang berlangsung meriah. Sejumlah tokoh penting Jateng tampak hadir, antara lain Kapolda Irjen Condoro Kirono.

PWI Jateng juga memberikan penghargaan atau award, di antaranya kepada KH Ahmad Mustofa Bisri sebagai tokoh keberagaman dan Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Sosmed.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan