Jumlah Pasien di RSUD Melonjak Pascacuti Lebaran

Rabu, 5 Juli 2017 | 15:19 WIB

Antrean pasien perawatan rawat jalan di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Rabu (5/7/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Jumlah pasien di RSUD dr R Soetrasno Rembang melonjak signifikan pascacuti bersama Lebaran. Jika saat hari H Lebaran, rumah sakit daerah itu hanya merawat 133 orang pasien rawat inap, maka saat ini pasien yang dirawat 257 orang.

“Dari 257 pasien yang dirawat, kebanyakan adalah pasien dengan penyakit diare, asma, demam tinggi, dan pasien akibat kecelakaan lalu lintas,” beber Laksmi Iwandari, Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan pada RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Kepada mataairradio.com, Rabu (5/7/2017), Laksmi tidak menyebutkan secara terperinci jumlah pasien dengan masing-masing sakit yang diderita. Namun, khusus untuk pasien sakit diare, dia menyebut, angka penderitanya menjadi yang paling banyak.

“Meski penyakit diare paling banyak, namun persentasenya tidak sampai melebihi 50 persen dari total jumlah pasien rawat inap (257 orang, red.),” katanya.

Selain lonjakan jumlah pasien rawat inap, jumlah mereka yang rawat jalan juga tercatat mengalami peningkatan. Laksmi membeberkan, sejak 1 Juli 2017 hingga saat ini jumlah pasien rawat jalan tercatat pada kisaran angka 200-400 orang.

Menurutnya, jumlah pasien baik yang rawat inap maupun rawat jalan, sempat mengalami penurunan pada masa menjelang Lebaran di antaranya karena pasien meminta pulang paksa.

Pasien rawat inap misalnya. Jika pada 23 Juni 2017 tercatat 169 pasien, maka pada 24 Juni 2017; jumlahnya tinggal 144 pasien, dan turun lagi menjadi hanya 133 pasien pada hari H Lebaran.

“Kalau yang rawat jalan, menjelang Lebaran hingga 27 Juni, jumlah pasiennya berkisar antara 103-176 pasien, lalu sempat turun menjadi 94 pasien pada 28 Juni 2017. Tetapi sejak 1 Juli sampai hari ini melonjak menjadi di kisaran 200-400 orang,” katanya.

Sementara itu, lonjakan pasien rawat inap setelah masa cuti bersama Lebaran, mengakibatkan ruang perawatan di rumah sakit plat merah tersebut, penuh. Laksmi menyebut, saat ini ruang yang kosong, tinggal Flamboyan dan Norton.

“Saat ini, dari 257 pasien, masih ada sembilan pasien yang menunggu kamar kosong sehingga masih dirawat di IGD. Karena sembilan pasien itu tergolong dewasa, maka kami tidak bisa gegabah memasukkannya di ruang perawatan anak (Flamboyan, red.),” jelasnya.

Mengenai mutu perawatan, pihak rumah sakit menyatakan berusaha menjaga mutu pelayanan proporsional dengan hanya menampung 20-22 pasien di tiap ruang dan jumlah perawat yang disesuaikan.

“Kalau sif pagi memang perawatnya banyak antara 5-6 orang, tapi pada sif siang dan malam hanya 3 orang perawat. Kalau jumlahnya melebihi batas rata-rata kasihan pasien dan perawatnya juga,” ujarnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan