Jenderal Gadungan Penipu Ratusan Juta Rupiah Ditangkap

Senin, 29 Agustus 2016 | 19:22 WIB
Seorang jenderal gadungan berpangkat letnan jenderal ditangkap petugas Kepolisian Resor Rembang lantaran melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan hingga meraup ratusan juta rupiah dari korban aksinya tersebut. Identitas dan modus operandi korban diungkap pada gelar perkara di Mapolres Rembang, Senin (29/8/2016). (Foto: Pujianto)

Seorang jenderal gadungan berpangkat letnan jenderal ditangkap petugas Kepolisian Resor Rembang lantaran melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan hingga meraup ratusan juta rupiah dari korban aksinya tersebut. Identitas dan modus operandi korban diungkap pada gelar perkara di Mapolres Rembang, Senin (29/8/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang jenderal gadungan berpangkat letnan jenderal ditangkap petugas Kepolisian Resor Rembang lantaran melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan hingga meraup ratusan juta rupiah dari korban aksinya tersebut.

Tersangka bernama Teguh Setiyanto (58) warga kelahiran Pati yang kini berdomisili di Desa Ceningbumen Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal yang belakangan diketahui pecatan tentara. Ia ditangkap bersama Suwarno (62) warga Desa Sarirejo Kecamatan Pati Kabupaten Pati.

Keduanya ditangkap dari sebuah rumah makan di bilangan Jalan Soedirman Kecamatan Rembang ketika sedang melakukan transaksi dengan korbannya. Keduanya berkomplot untuk memperdayai SR seorang pensiunan dan M anak menantu SR, warga Kelurahan Sidowayah, Rembang.

Awalnya, SR dan menantunya bertemu dengan Suwarno di Pati karena tersangka mengaku punya “channel” di Jakarta yang bisa memasukkan seseorang menjadi PNS lewat jalur Pusat. Channel yang dimaksud itu adalah Teguh Setiyanto.

Percaya dengan “promosi” Suwarno, SR dan M pulang guna melengkapi syarat administrasi. Begitu lengkap, korban bertemu dengan Teguh dan memberikan tanda jadi Rp15 juta atau Rp5 juta per orang. Selain menantu, SR juga menyetor untuk dua anaknya yang ingin pula menjadi PNS.

Pascasetor DP, tersangka Teguh mengatakan jika nama anak dan menantu SR yang ingin jadi PNS itu terbit pada daftar yang masuk PNS melalui jalur Pusat, maka tiap orang mesti memberikan Rp100 juta, dan ketika SK PNS turun, Teguh meminta tambahan per orang Rp50 juta.

Setelah sekitar satu bulan berselang atau pada 19 Agustus lalu, Teguh bertemu dengan korban di Pati sambil menyerahkan dua lembar kertas salinan daftar nama yang masuk PNS melalui jalur Pusat. Setelah selesai pertemuan, korban menyerahkan uang Rp100 juta dan diberi kuintansi.

Hingga akhirnya, belakangan terbongkar bahwa Teguh bukan anggota BIN berpangkat letnan jenderal, sedangkan daftar nama yang masuk PNS melalu jalur Pusat itu pun hanya akal-akalan pelaku, sehingga polisi menangkap tersangka dan menahannya di sel tahanan Polres Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengungkapkan, untuk meyakinkan korbannya tersangka Teguh melengkapi diri dengan kartu anggota palsu TNI dan BIN serta Interpol Indonesia. Tersangka mengendarai mobil Avanza bernomor polisi H 8644 LY yang telah diubah dengan plat ala TNI.

“Dengan pengungkapan kasus ini, kami berharap, korban lain dari tersangka bisa melapor kepada pihak kepolisian. Sebab pengakuan tersangka korban juga ada empat yang dari Kendal, tetapi tidak menutup kemungkinan korban yang lain lagi,” bebernya di hadapan awak media.

Menurutnya, dengan lebih banyak korban yang melapor kepada polisi, maka pada persidangan nantinya, hakim bisa memberikan pertimbangan vonis lebih berat terhadap tersangka pelaku, guna memberikan efek jera, sehingga tidak ada lagi penipuan serupa terhadap masyarakat.

“Tersangka kami jerat dengan Pasal 378 dan atau 372 KUHP yang ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara. Tersangka Teguh kami tahan, sedangkan tersangka Suwarno kami bantarkan ke RSUD karena sakit jantung,” katanya.

Selain mobil lengkap dengan plat nomor palsu dan dokumen abal-abal, dari tangan tersangka, polisi juga mengamankan uang tunai Rp 100 juta serta semacam master guna mencetak uang luar negeri, sebagai barang bukti kejahatan penipuan dan penggelapan.

Kepada wartawan, Teguh mengaku baru pertama ini melakukan aksi penipuan dengan modus bisa memasukan seseorang sebagai PNS. Ia juga mengaku hanya sebagai suruhan dari Sunardi, warga Kabupaten Karanganyar yang disebutnya sebagai orang kepercayaan BKN.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan