Jenazah Pria Diduga Begal Ditolak Keluarga

Sabtu, 3 Juni 2017 | 15:38 WIB

Agus Heri Setiawan alias Jabrik (37) ditemukan tewas di parit bawah jurang setelah kabur dari pengejaran petugas polisi, Kamis (2/6/2017) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

SLUKE, mataairradio.com – Jenazah seorang pria yang diduga begal dan tewas setelah terjatuh ke jurang di Desa Langgar Kecamatan Sluke pada Jumat (2/6/2017) malam, Agus Heri Setiawan (37), ditolak keluarganya.

“Keluarga menerima kematian Agus murni karena kabur dan jatuh dari jurang ketika rangkaian pengejaran polisi, tetapi keluarga menolak mengurus jenazahnya,” ungkap Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sluke Aiptu Yudi Kristianto.

Menurut Yudi, jenazah Agus alias Jabrik sempat dievakuasi ke RSUD dr R Soetrasno Rembang setelah ditemukan di parit di dasar jurang di wilayah Desa Langgar Kecamatan Sluke pada Sabtu (3/6/2017) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB.

“Jadi setelah keluarga menerima kematiannya, keluarga menyerahkannya kepada pihak rumah sakit. Terserah mau dimakamkan dimana. Akhirnya jenazah Agus dimakamkan di Krapyak, Rembang selepas Zuhur,” terangnya kepada mataairradio.com.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka membenarkan bahwa keluarga dan masyarakat di Kauman Desa Karangturi Kecamatan Lasem ogah mengurus jenazah Agus “Jabrik” karena yang bersangkutan dikenal sering berbuat onar.

“Benar, keluarga dan warga di sana (Kauman Karangturi, red.) sudah tidak mau mengurus. Semua lepas tangan. Pasrah saja kepada pihak rumah sakit, mau dimakamkan dimana. Akhirnya kita tadi yang biayai pemakaman. Habis dua juta rupiah,” katanya.

Menurut catatan mataairradio.com, Agus alias Jabrik pernah menganiaya seorang warga Desa Selopuro Kecamatan Lasem, 27 Maret 2016. Tindakan brutal itu setelah Agus meminta uang Rp10.000, tetapi tidak dikasih.

Jumat (2/6/2017) malam sekitar pukul 21.00 WIB, Agus yang berboncengan dengan Rohmat diduga hendak membegal sebuah truk bermuatan perabotan rumah tangga yang disopiri Suparman, warga Bengkulu.

Namun upaya tersebut gagal, karena Suparman memilih tetap melaju dan menghentikan truknya di Mapolsek Sluke serta melaporkan kejadian yang baru saja dialaminya kepada petugas piket.

Polisi dan Suparman pun berganti mengejar kedua terduga begal ke arah timur, tetapi pelaku tiba-tiba balik kanan sehingga berpapasan dengan petugas di daerah Jatisari. Kejar-kejaran lantas terjadi.

Polisi sempat mengadang kedua terduga begal di pertigaan Sluke yang mengarah ke Desa Langgar, tetapi mereka tetap menerobos naik . Polisi kembali mengadang terduga di kawasan Gapura Desa Langgar.

Kali ini mereka berhenti dan turun. Namun salah satu terduga (Agus) justru menodongkan celurit kepada polisi. Maka ketika Jabrik bersikap mau membacok, polisi lepaskan tembakan peringatan ke udara.

Agus berlari kabur sambil membuang senjatanya. Hanya saja, diduga karena tidak mengetahui medan, Agus justru terjatuh ke jurang. Jasadnya baru ditemukan pada Sabtu (3/6/2017) dini hari.

Sementara terduga begal yang satu, Rohmat, berhasil diringkus. Pihak kepolisian lantas mengevakuasi jasad Agus alias Jabrik ke RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Adapun Rohmat dibawa ke Mapolsek Sluke untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan percobaan pembegalan malam itu.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan