Jembatan Sekarsari-Manjang yang Ambrol Ditangani secara Darurat

Jumat, 16 Maret 2018 | 23:15 WIB

Jembatan kayu penghubung antara Desa Sekarsari Kecamatan Sumber dan Desa Manjang Kecamatan Jaken yang ambrol, ditangani secara darurat pada Jumat (16/3/2018) siang. (Foto: mataairradio.com)

 

SUMBER, mataairradio.com – Jembatan kayu penghubung antara Desa Sekarsari Kecamatan Sumber dan Desa Manjang Kecamatan Jaken yang ambrol, ditangani secara darurat pada Jumat (16/3/2018) siang.

Warga dari Desa Sekarsari dan Manjang melakukan gotong royong dengan menempatkan beberapa potong pohon bambu, sehingga jembatan tidak lagi miring dan kembali tersambung dengan badan jalan.

Kepala Desa Sekarsari Triono Andi Asmoro mengatakan, meski bisa kembali dilewati, namun terbatas bagi para pejalan kaki. Sepeda motor masih dilarang melintas.

“Masih untuk pejalan kaki. Kalau untuk motor, khawatir ambrol lagi,” katanya.

Andi menambahkan, jembatan sepanjang lebih dari 20 meter itu akan segera diperbaiki secara permanen.

Dibongkar secara total, lalu dibangun baru dengan konstruksi beton. Rencana, dibangun tahun ini.

Ia meyakinkan bahwa pihak dinas pekerjaan umum dan penataan ruang setempat sudah pernah terjun ke lapangan, untuk menyurvei kerusakan jembatan.

“Survei sudah dilakukan sebelum jembatan ambrol,” tuturnya.

Andi menegaskan, jembatan miring dan ambrol lantaran ada banjir kiriman yang mengalir tidak sempurna akibat tumpukan sampah carang bambu di tengah sungai, dan rumpun bambu di area penyangga.

Jembatan kayu berusia tua yang ambrol itu membuat payah warga. Penduduk Sekarsari yang mau pergi ke Pati lewat Manjang menjadi terkendala. Begitu pula sebaliknya. Akses itu jalur ekonomi warga.

Jika jembatan berlebar 1,5 meter ini sampai roboh total, warga pun khawatir gerusan banjir akan memicu longsor meluas hingga mendekati area permukiman. Pemerintah didesak cepat memperbaikinya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan