Jembatan Runtuh, Seorang Warga Tewas

Senin, 17 Juni 2013 | 15:43 WIB
Jembatan penghubung Dukuh Pulo Desa Pedak Kecamatan Sulang dengan kawasan GOR Besi Kedungrejo Kecamatan Rembang runtuh. (Foto:Puji)

Jembatan penghubung Dukuh Pulo Desa Pedak Kecamatan Sulang dengan kawasan GOR Besi Kedungrejo Kecamatan Rembang runtuh. (Foto:Puji)

SULANG, MataAirRadio.net – Jembatan penghubung Dukuh Pulo Desa Pedak Kecamatan Sulang dengan kawasan GOR Besi Kedungrejo Kecamatan Rembang runtuh pada Senin (17/6) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Sepasang suami istri, Darip (60) dan Tuminah (57) warga dukuh setempat yang hendak berangkat bekerja dan tidak tahu kalau jembatan sudah runtuh, jatuh terperosok berikut sepeda motor yang dikendarainya pada Senin pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Darip meninggal dunia di lokasi kejadian setelah kakinya terhimpit reruntuhan jembatan dan kepalanya terendam air, sementara istrinya yang sempat terseret arus sungai hingga jarak seratusan meter, berhasil selamat.

Mustain, warga desa setempat yang merupakan kerabat korban menuturkan, waktu itu Darip hendak berangkat bekerja sebagai buruh di tempat penggergajian kayu UD Lestari Jati, sedangkan Tuminah hendak bekerja di warung dekat tempat kerja suaminya.

Menurut keterangan yang dihimpun dari sejumlah warga, jembatan tersebut konstruksinya cukup sederhana dan disinyalir sudah keropos. Padahal, jembatan yang dibangun dengan Program Pengembangan Wilayah Kecamatan Terpadu (PPWKT) Tahun 1988/1989 itu baru saja direnovasi total pada sekitar dua tahun silam.

Karsimin, warga lainnya mengatakan sebelum kejadian ini masyarakat tidak menjumpai tanda-tanda jembatan akan runtuh. Warga justru cemas dengan kondisi jembatan satunya yang berjarak sekitar setengah kilometer sebelah timur jembatan itu, karena sudah diketahui ada retakan.

Meski demikian, atas runtuhnya jembatan sepanjang lima meter tersebut, warga seperti dirinya berharap agar Pemerintah segera melakukan perbaikan.

Hingga sekitar pukul 08.00 WIB, warga dukuh setempat bergotong-royong membuat jembatan darurat terbuat dari bambu yang disusun seperti rakit di sebelah utara jembatan yang runtuh. Sementara itu, jenazah Darip langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum dukuh setempat pada sekitar pukul 11.00 WIB. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. ahmad

    Juni 23, 2013 at 10:26 pm

    lagi-lagi jembatan penghubung dukoh pulo desa pedak kecamatan sulang ini membawa satu korban lagi, ketika warga sedang melakukan kerja bakti salah satu warga desa pedak ini jatuh dari jembatan tersebut. hingga saat ini korban masih dirawat di RS Dr.Soetrasno.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan