Jembatan Megulung Retak, Pengemudi Diimbau Waspada

Jumat, 9 November 2012 | 18:33 WIB

SUMBER – MataAirRadio.net Ketersendatan arus lalu lintas di Jalur Pantura bagian Barat Kabupaten Rembang selama tiga hari terakhir ini, mulai berdampak pada buruknya kondisi jalan juga jembatan di ruas jalur alternatif wilayah Kecamatan Sumber.
Berdasarkan pantauan reporter MataAir Radio, Jumat (9/11), banyaknya armada angkutan penumpang dan barang yang melintasi jalur alternatif tersebut, semakin memperparah kerusakan jalan.
Bahkan, kondisi jembatan di turut Desa Megulung Kecamatan Sumber, diketahui sudah mengalami keretakan di tiang penyangganya, sehingga menyimpan kecemasan tersendiri dari warga juga pengemudi.
Seorang warga Desa Megulung Kecamatan Sumber, Margono berharap pihak terkait bisa turun memberikan imbauan kepada awak armada berat agar tidak bersimpangan tepat di atas jembatan, guna menghindari insiden yang tidak diinginkan.

Sementara itu, suguhan kemacetan yang tersaji hingga hari ketiga ini, diakui mengganggu proses belajar mengajar di sejumlah sekolah yang berada di pinggir ruas Jalan Gajah Mada, Pantura Kota Rembang.
Wakil Kepala Bidang Humas SMA Negeri 1 Rembang, Nurjanah mengatakan, akibat kemacetan tersebut, sejumlah siswanya menjadi terlambat masuk sekolah. Namun, Jumat (9/11) ini, nyaris tidak ada lagi yang terlambat karena siswa sudah melakukan penyikapan seperti berangkat lebih pagi dan menggunakan moda transportasi lain.

Berdasarkan pantauan reporter MataAir Radio di lapangan, aparat Satuan Lalu Lintas Polres Rembang masih memberlakukan buka tutup arus lalu lintas guna menghindari penumpukan panjang kendaraan.
Sejauh ini, Kasatlantas Polres Rembang AKP Dudi Pramudia menyebutkan, pihaknya belum menerima keputusan dari pihak Bina Marga Wilayah Pati terkait boleh tidaknya jalan beton yang sudah terbangun, digunakan melintas. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan