Jembatan Darurat Ancam Keselamatan Pejalan Kaki

Senin, 25 April 2016 | 17:49 WIB
Konstruksi yang disebut jembatan darurat atas pembongkaran Jembatan Palan, dianggap tidak layak karena membahayakan pejalan kaki. (Foto: mataairradio.com)

Konstruksi yang disebut jembatan darurat atas pembongkaran Jembatan Palan, dianggap tidak layak karena membahayakan pejalan kaki. (Foto: mataairradio.com)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Konstruksi jembatan darurat yang dibangun di sisi timur proyek Jembatan Palan dianggap tidak layak oleh warga di sekitar karena mengancam keselamatan para pejalan kaki.

Jembatan darurat hanya memiliki lebar sekitar setengah meter dengan panjang sekitar 400 meter. Pagar pembatas jembatan darurat hanya pada bagian timur saja, sedangkan bagian barat tidak berpembatas.

Jalan menuju jembatan darurat juga tidak sepenuhnya diratakan oleh PT Marga Karya sebagai kontraktor pembongkaran dan perbaikan Jembatan Palan, sehingga terlalu terjal untuk dipakai pejalan kaki.

Tangga sederhana dari potongan besi pun dipasang di sisi utara jembatan, tetapi tidak ada tambahan pengaman, sehingga rentan membahayakan.

Menurut Sugihartono, salah seorang warga di sekitar jembatan, Senin (25/4/2016), kebanyakan pengguna jembatan darurat adalah orang tua yang akan menuju Masjid Pamotan untuk salat berjamaah.

“Awalnya warga minta jembatan untuk sepeda motor. Ternyata malah dibuatkan untuk pejalan kaki. Warga berharap kondisi jembatan diperbaiki lagi hingga layak dilalui. Masa proyek besar jembatan daruratnya begini,” tandasnya.

Sri Hartutik, warga lainnya mengungkapkan, salah seorang warga bahkan terjatuh dari jembatan darurat saat melintas menuju masjid guna Salat Magrib.

“Iya. Ada yang jatuh kemarin. Anak saya kebetulan yang menolong. Nggak tahu luka atau tidak. Jembatannya memang rawan,” tegasnya.

Menurut Hartutik, selain karena konstruksinya, kerawanan jembatan darurat juga lantaran tidak adanya lampu penerangan yang memadai.

“Penerangan hanya terbantu dari lampu di beberapa toko dan warung sekitar jembatan. Jadi mesti hati-hati saat melintas di malam hari. Itu tangga yang menuju jembatan, harusnya tidak terlalu terjal begitu,” imbuhnya.

Kepala Bina Marga Jateng Wilayah Pati Rudi Wijiasmanto menyatakan akan menyampaikan keluhan warga kepada kontraktor agar jembatan darurat diperbaiki.

“Saya sampaikan kontraktor biar segera dibetulkan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan