Jasad Petani Tenggelam di Sungai Jeruk Akhirnya Ditemukan

Jumat, 9 Desember 2016 | 23:47 WIB
 Jasad Juremi (57), petani tenggelam akibat terseret arus Sungai Jeruk di Desa Jeruk Kecamatan Pancur, akhirnya ditemukan pada Jumat (9/12/2016) dini hari sekitar pukul 02.10 WIB. (Foto: mataairradio.com)

Jasad Juremi (57), petani tenggelam akibat terseret arus Sungai Jeruk di Desa Jeruk Kecamatan Pancur, akhirnya ditemukan pada Jumat (9/12/2016) dini hari sekitar pukul 02.10 WIB. (Foto: mataairradio.com)

 

PANCUR, mataairradio.com – Jasad Juremi (57), petani tenggelam akibat terseret arus Sungai Jeruk di Desa Jeruk Kecamatan Pancur, akhirnya ditemukan pada Jumat (9/12/2016) dini hari sekitar pukul 02.10 WIB.

Korban ditemukan setelah dilakukan pencarian secara intensif sejak dilaporkan hilang terseret arus sungai saat pulang dari sawah pada Rabu 7 Desember lalu.

Korban ditemukan dalam kondisi terapung pada jarak 100 meter dari titik awal hilangnya bapak lima anak ini, setelah didahului semacam suara letusan.

“Korban ditemukan dini hari tadi setelah sebelumnya terdengar seperti suara letusan. Memang pencarian pada hari Kamis sempat dihentikan karena hujan, tetapi dilanjutkan sampai ditemukannya jasad korban,” ungkap Kepala Desa Jeruk Niwarti.

Setelah ditemukan, menurut Kades, jenazah korban sempat akan dibawa ke puskesmas setempat guna kepentingan visum, tetapi pihak keluarga menolak dengan alasan kondisi jenazah sudah parah.

“Keluarga meminta jenazah segera dimakamkan karena kondisinya sudah memburuk. Dimakamkan pukul 05.30 WIB,” katanya.

Niwarti menyebutkan bahwa pihak keluarga juga menerima santunan dari Palang Merah Indonesi (PMI) berupa uang.

Suharso, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang berharap kepada masyarakat agar menjadikan kasus Juremi sebagai pelajaran.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat kabupaten ini agar waspada kerawanan bencana di perairan, khususnya masyarakat yang tinggal di dekat sungai.

“Kami mengimbau, agar masyarakat Rembang waspada. Selain itu juga memperhatikan anak-anaknya agar tidak bermain di sungai, sehingga peristiwa serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan