Jasa Raharja Jelaskan Mekanisme Santunan

Rabu, 30 Oktober 2019 | 16:47 WIB

Acara dialog Criminal Justice System (CJS) yang digelar oleh pihak Satlantas dan Satreskrim Polres Rembang pada Rabu (30/10/2019) pagi di utara alun-alun Rembang. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Pihak jasa Raharja menjelaskan mekanisme santunan untuk korban kecelakaan lalu lintas. Hal tersebut disampaikan saat acara dialog Criminal Justice System (CJS) yang digelar oleh pihak Satlantas dan Satreskrim Polres Rembang pada Rabu (30/10/2019) pagi di utara alun-alun Rembang.

Adiyanto Narasumber dari Jasa Raharja menjelaskan bahwa Jasa Raharja basisnya adalah asuransi sosial yang khusus untuk menyantuni korban kecelakaan lalu lintas dan merupakan penjamin utama bagi korban Laka Lantas.

Pihak lain seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bisa menjadi penjamin selanjutnya jika plafon yang ada di Jasa raharja sudah habis. yang dimaksud dengan plafon sendiri adalah jatah santunan kepada korban Laka Lantas.

Yang berhak mendapatkan santunan Jasa raharja sendiri kategorinya adalah penumpang angkutan umum yang sah dan juga kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan bermotor atau lebih, sedangkan untuk kecelakaan tunggal tidak berhak mendapatkan santunan dari Jasa raharja.

“Kalau kecelakaan tunggal menurut undang-undang tidak bisa diklaim ke Jasa Raharja,” ungkapnya.

Untuk jenis santunan, ada beberapa kategori yang ada yaitu korban meninggal dunia maka akan diberikan santunan kepada ahli waris sebesar Rp50 juta, Santunan bagi korban cacat, sesuai presentase tertentu dari santunan korban meninggal dunia, untuk perawatan maksimal Rp20 juta namun jika tagihan rumah sakit kurang dari nominal tersebut maka Jasa raharja memberikan nominal sejumlah tagihan rumah sakit.

“Kalau tagihan rumah sakit hanya sepuluh juta, ya kita kasih sejumlah itu. Nominal Rp20 juta kan maksimal,” tegasnya.

Sedangkan untuk mengurus klaim santunan, pihaknya menyatakan cukup mudah selama ada bukti lengkap dari pihak rumah sakit dan Satlantas maka klaim tersebut bisa diajukan. Namun waktunya memang relatif lama.

Perwakilan dari BPJS Slamet Widodo mengungkapkan jika pihaknya merupakan penjamin kedua setelah Jasa Raharja jika ada korban Laka Lantas. Itupun setelah plafon anggaran yang ada di Jasa Raharja sudah habis. Untuk BPJS nominal berapapun akan tetap ditanggung selama korban atau pasien tidak minta naik kelas atau sesuai dengan kelas BPJS yang dimilikinya.

“Berapapun bisa ditanggung BPJS, asal pasien tidak minta naik kelas,” pungkasnya.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan