Jalan Diperbaiki, Drum Bekas di Ruas Jalan Pamotan-Sedan Dicabut

Kamis, 4 Januari 2018 | 15:46 WIB

Drum bekas yang ditanam warga sebagai bentuk protes kerusakan jalan di ruas Pamotan-Sedan akhirnya dicabut dan dipinggirkan, Kamis (4/1/2018) siang. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Drum bekas yang ditanam warga sebagai bentuk protes kerusakan jalan di ruas Pamotan-Sedan akhirnya dicabut dan dipinggirkan, Kamis (4/1/2018) siang.

Lubang yang ada di ruas jalan tersebut juga sudah ditambal dengan aspal meski tak optimal.

Truk tangki milik CV Sinar Terang pun tampak menyirami jalanan agar debu tak berterbangan.

Mustakim, warga Desa Bangunrejo menuturkan, dirinya berangkat pukul 10.15 WIB ke Pamotan.

Saat itu, drum bekas masih tertanam di ruas jalan depan CV Sinar Terang.

Namun, ketika dirinya pulang ke Bangunrejo sekitar satu jam kemudian, jalan berlubang sudah ditambal, dan ada truk tangki menyirami jalanan.

“Baru kok diperbaikinya. Saya tadi berangkat belum ada. Mungkin pukul 10.00 tadi penambalan dan pencabutan drumnya,” ungkapnya.

Mustakim mengaku tidak mengetahui siapa yang menambal jalan berlubang.

Namun dirinya senang karena ruas jalan yang setiap hari dilewatinya sudah lebih baik.

Meski demikian, menurutnya, selokan yang ada di kiri-kanan jalan tetap harus diaktifkan dan diperbaiki.

“Tujuannya agar jalan tidak cepat rusak dan tergenang banjir pada waktu hujan deras,” katanya.

Apalagi, tiap hari, banyak truk bermuatan melebihi tonase dari usaha-usaha pertambangan di daerah Pamotan, Sedan, dan sekitarnya, melintasi ruas tersebut.

Mustakim berharap kepada pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang untuk segera menertibkan truk dengan muatan melebihi tonase, agar tidak membahayakan pengguna jalan lain.

“Di Jawa Timur pernah ada truk bermuatan batu melebihi tonase. Sebagian muatannya jatuh lalu menimpa pengendara di belakangnya, hingga meninggal,” katanya.

Dalam sebuah kesempatan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang Suyono mengatakan, truk tambang skala besar diarahkan lewat ruas Sedan-Kragan.

Jika arahan itu dilanggar, pihaknya berjanji siap menertibkan. Namun belakangan, sebagian armada angkutan tambang, terpantu tidak patuh aturan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan