Jalan Berdebu Dibiarkan, Komitmen Pemerintah Dipertanyakan

Kamis, 11 Juni 2015 | 18:59 WIB
Permukaan jalan poros Sumber-Sekarsari di wilayah Dusun Bulaksempu, Sumber. (Foto: Pujianto)

Permukaan jalan poros Sumber-Sekarsari di wilayah Dusun Bulaksempu, Sumber. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Jalan berlubang yang diuruk dengan material batu putih di poros Sumber-Sekarsari tepatnya di wilayah Dusun Bulaksempu Desa Sumber Kecamatan Sumber, menuai protes dari warga.

Protes dilancarkan karena warga yang tinggal di tepi jalan itu mulai mengidap infeksi saluran pernafasan. Saryono, salah satu warga setempat mengatakan, pengurukan jalan dengan material batu putih, memang membuat nyaman kendaraan barat.

“Tetapi bagi pengendara sepeda motor dan warga sekitar, justru mengundang bahaya baru berupa kesehatan. Beberapa warga sekitar, kini terserang batuk dan gangguan tenggorokan,” katanya kepada mataairradio.

Saryono berharap, jalanan tersebut segera diperbaiki dengan pengerasan atau pengaspalan, apalagi jika Pemkab mau membetonnya sebagaimana di sisi selatan ruas yang sekarang diuruk.

Anggota DPRD Rembang dari Daerah Pemilihan Sumber-Kaliori Mohammad Asnawi mengaku sudah sering menyampaikan keluhan warga soal jalan rusak ke Dinas Pekerjaan Umum.

“Tetapi hingga Kamis (11/6/2015) ini, belum ada respon dari Pemkab Rembang,” katanya.

Asnawi mengakui, debu yang muncul akibat material pengurukan jalan, mengganggu warga. Apalagi saat ini banyak truk pengangkut tebu yang melintas.

“Kami pun heran, kenapa Pemerintah belum juga memulai penanganan kerusakan jalan, setidaknya dengan anggaran perawatan,” tandasnya.

Menurutnya, perawatan jalan dialokasi anggaran, sehingga mestinya Dinas Pekerjaan Umum segera menindaklanjuti. Baginya, tidak ada alasan untuk tidak menjalankan anggaran perawatan jalan.

“Jika terus takut, kami justru menganggap komitmen Pemerintah dalam membangun, rendah,” katanya.

Sebelumnya, warga Desa Grawan Kecamatan Sumber juga memprotes pengurukan jalan dengan material batu putih di wilayah mereka.

Setelah diprotes, permukaan jalan dilapis dengan material tras berwarna lebih gelap. Tetapi bagi warga, langkah itu tak menyelesaikan masalah, karena tetap berdebu.

Dikonfirmasi mengenai kapan perawatan jalan akan dilakukan, Kepala Seksi Pengembangan dan Peningkatan Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum Rembang Sigit Widyaksono mengaku masih menunggu pengisian jabatan Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan yang mengajukan pensiun.

“Kebijakan pelaksanaan pemeliharaan rutin jalan masih menjadi kewenangan Pak Raharjo, selaku Kepala Bidang Bina Marga,” katanya.

Sementara Raharjo sudah ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah karena terbelit kasus dugaan korupsi proyek pemeliharaan jalan di ruas Sulang-Sumber-Kaliori senilai Rp6,9 miliar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan