Jadi Guru Dadakan, Dirut SI Tanggapi Banding PTUN

Rabu, 6 Mei 2015 | 17:19 WIB
Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Suparni saat memberikan keterangan pers, didampingi Wakil Kepala SMK Negeri 1 Rembang Amri Sofwan, Rabu (6/5/2015) pagi. (Foto: Akhmad Muhtarom)

Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Suparni saat memberikan keterangan pers, didampingi Wakil Kepala SMK Negeri 1 Rembang Amri Sofwan, Rabu (6/5/2015) pagi. (Foto: Akhmad Muhtarom)

 
REMBANG, mataairradio.com – Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Suparni tampil sebagai guru dadakan di depan 200 siswa SMK Negeri 1 Rembang, Rabu (6/5/2015) pagi.

Acara itu terinspirasi oleh Gerakan Indonesia Mengajar dalam rangka Hari Pendidikan Nasional.

Dalam kesempatan itu, Suparni sempat ditanyai media tentang komitmen perusahaan dalam menyerap tenaga lokal dengan membuat nota kesepahaman dengan SMK di Rembang.

“Kami belum berdiskusi langsung dengan sekolah-sekolah, tetapi pernah membicarakannya dengan dinas pendidikan,” kata Suparni kepada wartawan.

Intinya, penyerapan tenaga lokal lulusan SMK dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan perusahaan.

“Saat ini, untuk kepentingan proyek, dari 1.500 pekerja, sekitar 30 persen tenaga lokal sudah terlibat. Dari Ring I, II, dan III,” terangnya.

Gerakan mengajar ini juga dimanfaatkan untuk membekali para siswa sebagai calon tenaga terampil.

Dalam kesempatan itu pun, Suparni sempat memberikan tanggapan soal upaya banding Walhi atas putusan PTUN yang menolak gugatan mengenai izin lingkungan pabrik semen.

“Kami datang untuk membangun. Selama ini pendekatan kekerabatan berlangsung baik,” katanya.

Menurut Suparni, proses hukum tidak menjadi tujuan perusahaan, apalagi sampai bicara menang atau kalah.

“Namun ketika ada proses hukum (upaya banding), kami harus lalui dengan baik,” tandasnya.

Pihak perusahaan pernah mengatakan, meski memenangi gugatan di PTUN, operasi pabrik semen tetap perlu diawasi.

Suparni juga membenarkan, pihaknya sempat bertemu dengan DPRD Jawa Tengah belum lama ini.

“Kami menyampaikan soal progres proyek dan kegiatan sosial lingkungan perusahaan,” katanya.

Wakil Kepala SMK Negeri 1 Rembang Amri Sofwan menyambut baik kepedulian PT Semen Indonesia terhadap dunia pendidikan dengan mau ikut turun mengajar di sekolah.

“Dunia usaha dan pendidikan sudah seharusnya menjalin hubungan dengan baik,” ujar Amri.

Dia berharap agar lulusan SMK Negeri 1 Rembang bisa berpartisipasi dalam pembangunan nasional bersama Semen Indonesia.

Gilang Ramadhan, siswa Kelas III sekolah itu berharap agar proses dan pengelolaan pabrik semen dilakukan dengan baik dan melibatkan generasi muda.

 

Penulis: Akhmad Muhtarom
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan