Izin Dianulir Bupati, Pilkades Waru Lima Calon

Jumat, 11 November 2016 | 19:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Tribunnews.com)

Ilustrasi. (Foto: Tribunnews.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Desa Waru Kecamatan Rembang yang semestinya harus menggelar tes tertulis untuk menyiutkan jumlah calon kepala desa dari enam menjadi minimal lima, sebagaimana ketentuan, kini tidak lagi harus melakukannya.

Pasalnya, salah satu bakal calon yang berlatar belakang pegawai negeri sipil (PNS) dan kebetulan telah sempat mendapat izin pencalonan dari Bupati Rembang, sehari menjelang pelaksanaan tes tertulis, izin tersebut dianulir sehingga gagal melenggang.

Waru adalah satu-satunya desa di Kabupaten Rembang yang jumlah calonnya paling banyak. Sementara 42 desa lainnya yang akan menggelar Pilkades serentak pada 30 November mendatang, rata-rata bercalon dua orang. Itu pun, cukup banyak calon yang disaingi oleh kerabat sendiri.

“Iya dicabut. Mungkin ada yang lapor terkait pencalonan saya. Padahal untuk nyalon, saya cukup izin kepada Bupati. Izin sudah saya dapat, tapi tadi malam, nggak tahu kenapa, izin dicabut,” ujar Puji Widodo, seorang PNS yang maju mencalonkan diri sebagai Kades Waru, tetapi gagal.

Dihubungi matairradio.com melalui sambungan telepon, Widodo membenarkan bahwa pencabutan surat izin pencalonannya diteken langsung oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz, dan hal tersebut tidak pernah disangka-sangka olehnya.

“Sebenarnya saya kecewa dengan pencabutan surat izin tersebut. Tetapi karena itu merupakan keputusan dari Pejabat Pembina Kepegawaian, mau tidak mau, saya harus terima. Tetapi alasan pencabutan surat izin tersebut, perlu kami klarifikasi,” paparnya.

Puji yang sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Kepala Desa Waru selama kurang lebih 1,5 tahun sebenarnya sudah bulat maju mencalonkan diri sebagai kades, apalagi setelah cukup banyak warga di daerah itu yang mendorongnya nyalon.

“Setelah (gagal mencalonkan diri) ini saya ya kembali bertugas di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Rembang. Soal Pj Kades, waktu memutuskan mencalonkan diri, saya sudah mundur. Begitu surat izin dari Bupati turun, kemarin itu, saya baru daftar,” tandasnya.

Sementara itu, pada Jumat (12/11/2016), proses tahapan Pilkades serentak memasuki tahap penetapan calon dan pengambilan nomor urut calon. Pilkades mendatang ini tidak lagi memakai tanda gambar, tetapi menggunakan nomor urut dan gambar wajah calon.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan