Isu Penculikan Viral di Facebook, Kapolres: Itu Hoax

Selasa, 14 Maret 2017 | 15:25 WIB

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto sesaat sebelum menandatangani berita acara pemusnahan miras di Lapangan Desa Tasikagung Kecamatan Rembang, Minggu (5/6/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Isu penculikan terhadap anak viral di media sosial, facebook. Kabar yang beredar tersebut menyebutkan adanya upaya penculikan terhadap anak.

Upaya percobaan penculikan terhadap anak disebutkan terjadi di wilayah Kecamatan Sulang dan Kaliori. Masyarakat menyikapinya dengan rasa resah, apalagi isu itu kian gencar menggelinding.

Namun polisi memastikan bahwa isu tersebut sebagai berita palsu alias hoax. Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menyatakan berita penculikan melalui media sosial adalah tidak benar alias kabar bohong.

“Terkait berita penculian melalui Medsos kita sudah sosialisasikan melalui kegiatan sarasehan. Jangan percaya pada berita hoax yang tak benar,” katanya kepada mataairradio.com, Selasa (14/3/2017).

Kapolres meminta kepada masyarakat agar bijak menyikapi setiap informasi dengan cek, kembali cek, cek silang, dan cek terakhir. Hal itu supaya kabar palsu tidak menjadi semakin meresahkan masyarakat.

“Di Rembang tidak ada informasi (yang masuk ke polisi mengenai percobaan penculikan). Tetapi kita melalui kegiatan preemtif selalu imbau dan sosialisasikan. Tidak perlu resah karena memang di Rembang tidak ada,” katanya.

Menurutnya, berita hoax bertebaran merupakan dampak dari majunya teknologi dan penggunaan media sosial yang tidak bijak. Ia mengimbau kepada masyarakat agar menyaring berita sebelum membagikannya.

“Saring sebelum sharing Mas. Pertimbangkan dampaknya. Banyak manfaat atau mudaratnya. (Bertebaran berita hoax) Dampak dari majunya teknologi dan penggunaan Medsos yang tidak bijak,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan