Istri Gus Mus Wafat, Doa Belasungkawa Terus Mengalir

Kamis, 30 Juni 2016 | 22:17 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunaikan  salat jenazah almarhumah Nyai Hajah Siti Fatmah di rumah duka, kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri, kompleks Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang. (Foto: Pujianto)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunaikan salat jenazah almarhumah Nyai Hajah Siti Fatmah di rumah duka, kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri, kompleks Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir bagi Nyai Hajah Siti Fatmah, istri KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), yang wafat pada hari ini.

Gelombang salat jenazah silih berganti dilakukan di ruang utama kediaman Gus Mus, kompleks Pesantren Raudlatut Thalibin, Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang, tempat jenazah almarhumah disemayamkan.

Salat jenazah dilakukan secara bergantian dengan dipimpin oleh sejumlah kyai sepuh dari berbagai daerah di Kabupaten Rembang.

Beberapa tokoh tampak berdatangan di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tiba pukul 21.44 WIB. Tampak pula sejumlah tokoh lintas agama, seperti salah seorang pemuka Buddha.

Sementara Gus Mus, tampak menerima ucapan duka cita dari para petakziah, yang datang dari berbagai penjuru pelosok di Kabupaten Rembang dan daerah sekitar seperti Pati dan Blora.

“Almarhumah sosok yang ramah tetapi tidak remeh. Tidak meremehkan orang. Kami terakhir bertemu April lalu dalam sebuah acara,” ujar Bante Damasubo Mahatera, tokoh Buddha dari Vihara Sedangcoyo Lasem.

Nyai Hajah Siti Fatmah meninggal dunia pada Kamis (30/6/2016) siang sekitar pukul 14.30 WIB di RSUD dr R Soetrasno Rembang. Almarhumah wafat pada usia 66 tahun, dengan meninggalkan tujuh orang anak; enam putri dan satu putra.

Menurut rencana, jenazah almarhumah akan dimakamkan pada hari Jumat (1/7/2016) di kompleks pemakaman keluarga di wilayah Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang, sekitar pukul 13.30 WIB.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan