Ingin Kuat Begadang, Bekas Anggota DPRD Rembang Konsumsi Sabu

Kamis, 13 Februari 2020 | 20:32 WIB

Barang bukti berupa sabu-sabu dan alat pengisap yang diamankan oleh Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang. (Foto:mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang bekas Anggota DPRD Kabupaten Rembang berinisial HK (36) ditangkap Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang, karena mengkonsumsi sabu-sabu.

Saat ditanya Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto, HK mengaku konsumsi narkoba karena dirinya ingin bisa betah melek atau begadang. “Biar kuat melek Pak,” jawabnya.

Tersangka HK juga mengaku, dirinya membeli barang haram tersebut dari seseorang asal Kabupaten Pati. Tapi dirinya berdalih tidak mengetahui identitas bandarnya. “Ambil dari Pati, tapi dari siapa tidak tahu. Ya saya menyesal,” ujarnya.

Berdasarkan catatan mataairradio.com, semasa menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Rembang, HK yang dulunya merupakan politisi dari Partai Gerindra tersebut sering membolos dari sidang paripurna.

Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto mengimbau masyarakat khususnya kalangan orang tua, supaya meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya.

“Sekali saja mencoba sabu-sabu, penggunanya rentan ketagihan. Kalau sudah seperti itu, akan sulit melepaskan diri dari belenggu sabu-sabu.

Terutama adik-adik pelajar, kalangan millenial, mohon lebih waspada. Soalnya generasi muda sekarang, gampang sekali ikut-ikutan,” terangnya.

Selain HK, polisi juga mengamankan empat pengguna narkoba lainya. Yakni inisial DCS (19 tahun) Warga Kecamatan Tayu-Pati. HK dan DCS diamankan di sebelah barat Alun-Alun Rembang, tepatnya depan toilet umum.

Kemudian, pria berinisial RA (23) Warga Kecamatan Batangan-Pati. Ia ditangkap di kamar kost di Kelurahan Magersari-Rembang.

Lalu inisal RJD (26) Warga Kecamatan Dampit-Malang, Jawa Timur dan AAS (28) Warga Kecamatan Pamotan-Rembang. Keduanya adalah seorang sopir, ditangkap oleh polisi di Parkiran Truk, di belakang SPBU Kaliuntu, Desa Pasar Banggi-Rembang.

Kelima orang tersebut berstatus sebagai pengguna narkoba jenis sabu, namun berbeda jaringan pengedarnya.

Berdasarkan pengakuan masing-masing tersangka, tiap kali membeli sabu-sabu, mereka mengeluarkan uang antara Rp1,3 juta sampai Rp1,5 juta per gram.

Akibat mengkonsumsi narkoba, seorang akan terancam hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan