Industri Ikan Asin Terganggu Pasokan Garam Rakyat

Senin, 17 Oktober 2016 | 22:39 WIB

tambak garam rembang

 

REMBANG, mataairradio.com – Industri ikan asin di Kabupaten Rembang disebut sedang terganggu. Pasalnya, pasokan garam rakyat ke industri ini tengah minim seiring merosotnya produksi komoditas tersebut lantaran kemarau basah.

“Kapasitas produksi berkurang bagi perusahaan dan untuk UMKM pengolahan jadi tidak beproduksi karena stok garam rakyat sedikit sekali,” kata Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Rembang Nurida Andante Islami soal dampak produksi garam merosot.

Ia menyebutkan, produksi garam secara kabupaten pada tahun 2016 hanya 1.459 ton. Padahal tahun lalu atau pada 2015, produksi garam di daerah ini mencapai 215.000 ton.

“Saat ini petani garam tidak bisa memenuhi permintaan pengiriman garam dari pembeli. Kecuali perusahaan-perusahaan yang menggunakan garam impor ya tetap nggak terpengaruh,” sambungnya.

Dante juga menyebutkan, selain memengaruhi kinerja industri pengolahan ikan asin, kemarau basah yang memerosotkan produksi garam pun berdampak pada tidak optimalnya penyerapan program Pugar 2016.

“Untuk program Pugar 2016 tidak bisa optimal digunakan karena ada pemotongan berkali-kali dari Rp6,7 miliar menjadi Rp3,7 miliar dan kini tinggal Rp1,19 miliar. Fokusnya hanya ke penguatan kelembagaan dan pembangunan gudang collecting point untuk 5 koperasi garam,” ujarnya.

Ia menambahkan, target pemasangan geoisolator bantuan 2015 yang masih 80 persen belum terserap yang harus diterapkan pada tahun 2016 ini, tidak bisa dilaksanakan karena cuaca yang tidak mendukung.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan