Illegal Logging Rugikan Negara Rp3 Miliar di Rembang

Jumat, 8 Desember 2017 | 16:39 WIB

Barang bukti berupa mobil jenis L300, kayu pule, dan derek pengangkut kayu diamankan petugas keamanan hutan dalam kasus pencurian kayu dari hutan Negara pada 3 Mei 2017. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataaairradio.com – Pihak Perhutani KPH Mantingan kecolongan 1.474 batang pohon selama 2017, sejak Januari hingga November kemarin.

“Jika dirupiahkan, nilai kerugian Negara akibat illegal longging mencapai tiga miliar,” kata Wakil Administratur KPH Mantingan Rofi Tri Kuncoro.

Rofi menyebutkan, dari enam BKPH di wilayahnya, illegal logging banyak terjadi di Kalinanas dan Ngiri, dengan mayoritas sasaran adalah kayu jenis jati.

“Modusnya, pelaku beraksi secara terencana dan berkelompok dengan kekuatan minimal sepuluh orang,” bebernya.

Pelaku bahkan tak segan menyandera petugas pengamanan hutan sebelum beraksi melakukan pembalakan.

Rofi menyatakan, pihaknya kerepotan dalam menangani kasus pencurian kayu.

Hal itu, menurutnya, karena luas hutan di wilayah KPH Mantingan mencapai 16.785 hektare.

Meski demikian, ia tetap berusaha menekan angka pembalakan liar, yakni dengan mengoptimalkan personelnya, baik polisi hutan maupun petugas kantoran.

“Selain itu, kami juga menjalin kerjasama, dengan polisi militer (PM) dan polisi,” paparnya.

Upaya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pencurian kayu hutan, pun terus dilakukan pihaknya.

Rofi menambahkan, angka illegal logging pada tahun 2017 lebih tinggi dibandingkan 2016 yang “hanya” Rp2 miliaran.

Namun dari segi jumlah pohon, yang hilang pada 2016 mencapai 1.494 batang, atau lebih banyak ketimbang tahun ini.

“Diameternya saja yang lebih besar, sehingga nilai kerugiannya juga besar,” imbuhnya.

Sepanjang tahun ini, sudah 15 orang ditangkap dan diproses hukum karena mencuri kayu di wilayah KPH Mantingan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan