Hujan Deras Picu Longsor Tebing Jembatan Tanjung

Selasa, 14 Maret 2017 | 17:34 WIB

Hujan deras memicu banjir dan longsor tebing sebelah selatan-barat jembatan Desa Tanjung Kecamatan Sulang, Selasa (14/3/2017) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Hujan deras memicu banjir dan longsor tebing sebelah selatan-barat jembatan Desa Tanjung Kecamatan Sulang, Selasa (14/3/2017) pagi.

Longsor itu bahkan mendekati pondasi jembatan. Lantaran berpotensi terus tergerus jika banjir kembali datang, jembatan terancam roboh dan akses warga rawan terputus.

Berdasarkan pantauan, jarak antara tebing longsor dengan badan jalan tinggal 20-an centimeter. Pondasi ujung jembatan rentan ambrol apabila terus digerus dari bawah.

Kepala Desa Tanjung Ahmad Erfin Riyanto mengaku kaget terjadi longsor tersebut. Pasalnya saat hujan deras, Senin (13/3/2017) sore, kondisi tebing, aman-aman saja.

“Saya tahunya pagi tadi. Setelah saya cek, ternyata ada kayu yang melintang sungai, sehingga aliran air berbelok ke arah barat, sehingga memicu longsor,” tuturnya.

Kondisi tebing jembatan yang rawan longsor, sebenarnya sudah dideteksinya jauh hari. Pihak desa pun sudah mengantisipasi dengan membuat talut bronjong tahun 2015.

“Atas kejadian ini, saya sudah kontak ke pihak pemerintah kecamatan. Ini kami juga akan bikin laporan ke BPBD Kabupaten Rembang agar cepat ada langkah,” tandasnya.

Sementara itu, selain memicu longsor tebing Jembatan Tanjung, hujan deras kemarin (13/3/2017) juga mengakibatkan banjir di kawasan SMA Negeri Sulang.

Air sampai masuk ke ruang kelas dengan ketinggian sekitar 10 centimeter. Hujan deras disertai angin pun dilaporkan mengakibatkan sejumlah pohon roboh di beberapa tempat.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Rembang Suharso menyebutkan, pohon roboh tercatat terjadi di daerah Desa Jukung dan Nyikaran Kecamatan Bulu serta di Jalur Sulang-Gunem.

Mengenai longsor pada tebing Jembatan Tanjung, pihaknya belum menerima laporan. Namun ia berjanji akan segera meninjau lapangan untuk merumuskan langkah-langkah.

“Untuk Jembatan Tanjung, kerawanan memang sudah kita pernah catat, tetapi kami belum sampai melangkah. Soal longsor ini, kami akan tinjau dan kita kaji penangannya,” terangnya.

Cuaca hujan ekstrem, menurutnya, masih akan terjadi di Kabupaten Rembang, setelah pada dua hari terakhir. Ia mengimbau masyarakat agar selalu waspada banjir dan tanah longsor.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan