Hingga Maret, 10 Bencana Terjadi di Rembang

Selasa, 8 Maret 2016 | 19:30 WIB
Petugas dari BPBD Rembang dan anggota TNI dari Koramil Lasem saat meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem, Jumat (4/3/2016). (Foto: mataairradio.com)

Petugas dari BPBD Rembang dan anggota TNI dari Koramil Lasem saat meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem, Jumat (4/3/2016). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang mencatat, sejak Januari hingga pekan kedua Maret ini, 10 bencana telah terjadi di kabupaten ini. Bencana itu, paling banyak banjir dan tanah longsor.

Harjono, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Rembang, Selasa (8/3/2016) pagi merinci, 10 bencana itu masing-masing 3 banjir dan tanah longsor, masing-masing 1 puting beliung dan kebakaran, dan 2 bencana sambaran petir.

“Tingkat bencana pada triwulan pertama tahun ini menurun, apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015,” ujarnya mengklaim.

Tahun lalu, BPBD mencatat 66 bencana, sedangkan pada 2014, terjadi 96 kasus bencana. Tingginya bencana tahun 2014 karena Rembang dilanda cuaca buruk.

Saat berbincang dengan reporter mataairradio, Harjono juga menyebutkan bahwa wilayah kecamatan seperti Kaliori, Sulang, Lasem, dan Pamotan, tergolong rawan bencana banjir, sedangkan ada empat kecamatan yang rawan bencana longsor yaitu Sedan, Pancur, Kragan, dan Gunem.

Mengingat bencana banjir dan longsor yang sering terjadi di kabupaten ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat di kecamatan-kecamatan itu, agar selalu waspada.

“Masyarakat juga kami minta untuk peduli dengan lingkungan, setidaknya dengan memperbaiki drainase yang tidak lancar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Rembang Pramujo menyebutkan, bencana yang terakhir kali terjadi adalah longsor di Sendangcoyo Kecamatan Lasem pada Jumat 4 Maret lalu.

Saat itu longsor dilaporkan menimpa bagian belakang rumah milik Dani, warga setempat.

Pihak BPBD meminta kepada masyarakat agar cepat melaporkan apabila terjadi bencana alam. Laporan cepat perlu segera diterima BPBD untuk keperluan penanganan secara responsif dan guna meminimalkan timbulnya korban bencana.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan