Harga Garam Tak Melejit, Buruh Garap Menjerit

Jumat, 24 Agustus 2012 | 08:33 WIB

KOTA, mataairradio.net – Harga garam produksi petani di Kabupaten Rembang tak kunjung naik. Meski Pemerintah melarang masuknya garam impor, harga “emas putih” itu masih tak beranjak dari Rp250-Rp300 per kilogram untuk kualitas II dan Rp350 untuk kualitas I.

Kusnadi (62), seorang buruh garap tambak garam asal Dusun Ngampo Desa Sridadi, Kecamatan Rembang, ditemui di lahan garapannya di Pasarbanggi, Jumat (24/8), menyatakan, rendahnya harga garam membuatnya hanya bisa membawa pulang rata-rata Rp20.000 per hari.

“Satu minggu rata-rata kami bisa jual 1,5 ton. Dengan harga beli Rp250 per kilogram dan dipotong ongkos diesel serta dikurangi separuh bagian pemilik lahan, hanya Rp20.000 yang bisa saya bawa pulang,” katanya.

Namun, meski harganya rendah, Kades Pasarbanggi, Rasno, menambahkan hampir semua tambak di desanya, digunakan untuk produksi garam.

“Luasan tambak garam di desa kami 74 hektare, hanya 0,25 yang nganggur,” katanya. (Pujianto)

———-

mataairradio.net! satuspersen rembang

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan