Hadapi Libur Natal, SPBU Diberi Kredit Loading Order

Saturday, 23 December 2017 | 16:32 WIB

SPBU Tireman Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Rembang diberikan fasilitas kredit loading order (LO) dari Pertamina guna menjamin pasokan aman saat libur Natal dan Tahun Baru.

Supervisor SPBU Tireman Muhammad Syafik mengatakan, kredit diberikan dengan cara membayar dalam tempo maksimal tiga hari setelah pengiriman.

“Biasanya, sebelum dikirim, SPBU harus membayar dulu sejumlah yang diorder,” terangnya.

Kebijakan tersebut, menurut dia, berlaku sejak tanggal 22 Desember 2017 hingga kira-kira 5 Januari 2018.

Namun kenaikan konsumsi bahan bakar diperkirakan baru akan terjadi mulai Ahad 24 Desember 2017.

Selain dengan kredit LO, antisipasi peningkatan konsumsi BBM pada momentum libur Natal dan Tahun Baru dilakukan dengan menambah order, terutama untuk bahan bakar khusus non-subsidi seperti pertalite dan pertamax.

Syafik mengatakan, kenaikan order BBM untuk SPBU-nya kira-kira 20-30 persen. Pertalite misalnya; jika biasanya ia order 8.000 liter, maka menghadapi liburan ini, ditingkatkan menjadi 10.000 hingga 20.000 liter.

“Sementara untuk pertamax, jika hari biasa hanya order 4.000 liter, maka menghadapi libur panjang ini; order naik menjadi 5.000-6.000 liter per hari,” katanya.

Menurut Syafik, untuk order BBM jenis solar, tidak dilakukan naik order. Sebab, mengacu tahun-tahun lalu, saat libur seperti Natal dan Tahun Baru, konsumsi solar malah menurun.

Salah satu penyebabnya karena armada berat angkutan barang, justru menepi dari jalanan sementara. Mereka baru mengaspal lagi di Jalur Pantura setelah momen liburan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan