Gus Mus Ikuti “Lima Rukun” Pamer Seni Lukis dan Puisi Bandung

Jumat, 27 September 2013 | 13:35 WIB
Undangan pameran bertajuk "Lima Rukun Pamer Seni Lukis dan Puisi".

Undangan pameran bertajuk “Lima Rukun Pamer Seni Lukis dan Puisi”.

REMBANG, MataAirRadio.net – Kyai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengikuti pameran bertajuk “Lima Rukun Pamer Seni Lukis dan Puisi” di Bandung mulai Sabtu (28/9) ini.

Pameran Lima Rukun, menurut Gus Mus, merupakan pameran penyair yang melukis dan pelukis yang bersyair. Ide pameran tersebut berasal dari seorang pelukis kenamaan, Jeihan Sukmantoro, Bandung.

Gus Mus menyebutkan, selain dirinya, pameran Lima Rukun diikuti oleh Sapardi Djoko Damono, seorang penyair yang bisa melukis. Lalu, D Zawawi Imron; penyair yang juga pelukis, Acep Zamzam Noor; pelukis sekaligus penyair, serta Jiehan Sukmantoro; pelukis ternama dan penyair.

Gus Mus mengaku hanya ikut saja di pameran itu. Selain pameran, di kegiatan Lima Rukun itu, juga akan digelar acara menulis puisi secara bersama, membaca puisi, diskusi ringan tentang sastra Indonesia, dan silaturahmi.

Pada kesempatan itu pun, Jeihan Institute akan memberikan penghargaan kepada Sapardi Djoko Damono sebagai seorang pujangga negeri ini. Sapardi dinilai intens dan setia untuk terus menulis puisi dengan keindahan yang konstan dan perenungan mendalam.

Gus Mus sendiri mengaku sepakat dengan penghargaan sebagai seorang pujangga yang diberikan kepada Sapardi Djoko Damono. Menurut dia, Sapardi memang pantas mendapat penghargaan tersebut.

Sementara itu, Lima Rukun Pamer Seni Lukis dan Puisi di gelar di Studio Jeihan di Jalan Padasuka 143-145 Pasirlayung, Bandung. Pameran dijadwalkan dibuka pada Sabtu 28 September, jam tiga sore. Menurut rencana pameran akan berlangsung hingga 5 Oktober mendatang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan