Gus Mus: Potensi Besar NU Kadang Dimanfaatkan untuk Sekadar Pilkada

Rabu, 31 Januari 2018 | 19:45 WIB

Mustasyar PBNU Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) memberikan pesan bagi Nahdlatul Ulama (NU) yang pada 31 Januari 2018 ini genap berusia 92 tahun. (Foto: Wahyu Salvana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Mustasyar PBNU Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menyebut potensi besar Nahdlatul Ulama kadang dimanfaatkan oleh orang lain untuk sekadar Pemilu Kepala Daerah (Pilkada).

Mereka yang memanfaatkan NU, apalagi untuk sebatas mencari suara, menurut Gus Mus, kadang berdampak buruk bagi organisasi yang berdiri sejak 1926.

“Saya membayangkan kalau NU itu betul jadi jam’iyah, nggak seperti sekarang. NU dimanfaatkan oleh orang lain, yang kadang sekadar Pilkada,” katanya kepada mataairradio.

Ia mengatakan, kondisi NU yang masih semacam itu membuat para kandidat bebas meminta dukungan sana-sini.

“Yang terjadi kemudian adalah pertarungan sama-sama warga NU,” katanya pada Rabu (31/1/2018).

Gus Mus mencontohkan, pertarungan sesama warga NU terjadi di Jawa Tengah.

“Calon wakil Pak Ganjar orang NU. Calon wakil Pak Sudirman Said ya NU,” katanya.

Menurut Gus Mus, yang demikian ini akan selalu terjadi di tiap pemilihan kepala daerah.

“Tapi kalau NU sudah jadi organisasi yang betul organisasi, pilihan-pilihan tinggal dibicarakan. Kira-kira siapa yang pantas diberi amanat untuk kepentingan Indonesia,” katanya.

Calon pemimpin bangsa, menurut Gus Mus, mungkin saja diundang untuk mempresentasikan program dan apa yang mau dilakukan untuk rakyat.

“Jika programnya sama baik, jam’iyah bisa melihat mana yang unggul kemampuan dan kejujurannya,” katanya.

Kalau dinilai masih imbang lagi, menurutnya, tugas para kiai istikharah.

“Berikutnya calon diundang untuk menegaskan janji dengan disaksikan para kiai,” katanya.

Dengan model semacam ini, menurut Gus Mus, organisasi tinggal memberi instruksi saja.

“Kalau ternyata yang dipilih ingkar janji, biar yang bersangkutan kualat kepada rakyat yang mengamanati,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan