Gus Mus: Pemimpin Itu Mencintai dan Dicintai Rakyat

Selasa, 24 Desember 2013 | 15:07 WIB
KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. (Foto:Wahyu)

KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. (Foto:Wahyu)

REMBANG, MataAirRadio.net – Ulama sekaligus pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus membeber kriteria pemimpin yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia pada masa ini. Menurut Gus Mus, pemimpin yang dibutuhkan adalah yang bisa mengayomi rakyat.

Gus Mus lantas menguraikan, pemimpin yang paling baik adalah yang mencintai dan dicintai oleh rakyat. Kepada wartawan di sela menerima kedatangan tamu Anies Baswedan di kediamannya, Gus Mus tidak menyebut kandidat. Namun pemimpin itu mesti amanah, dapat dipercaya, dan kuat.

Menurutnya, pemimpin yang mencintai rakyat akan berbuat apa saja untuk mereka. Sementara ketika dicintai rakyat, maka pemimpin itu akan kuat karena didukung mereka. Terlepas dari kriteria pemimpin yang demikian, Gus Mus menyebut Anies sebagai sosok yang mewakili generasi muda.

Gus Mus sendiri mengaku mendukung peremajaan pemimpin di negeri ini. Dia juga mendukung setiap anak muda maju, dalam hal apapun yang baik. Mereka yang muda bisa memberikan kesegaran karena masih energik dan relatif belum tercemar atau belum banyak tercemar.

Namun, menurut ulama yang sekaligus budayawan ini, ada yang payah pada belakangan ini. Mereka yang sudah duduk di kursi pemimpin maunya bertahan secara lama, bahkan kalau bisa tidak pernah turun. Padahal jika sudah tua, bagaimanapun hebat, tetap tinggal loyonya.

Dalam kesempatan itu, Gus Mus menyebut rakyat Indonesia adalah sebaik-baiknya rakyat. Mereka masih mau patuh membayar pajak, menaati aturan, bahkan untuk nyoblos dalam sebuah pesta pemilihan. Maka menjadi wajib, pemimpin peduli terhadap mereka dengan membalas secara sebaik-baiknya.

Di ujung perbincangan dengan wartawan, Gus Mus mengajak setiap elemen bangsa agar menanamkan pola hidup sederhana. Sebab mencintai materi dunia secara berlebihan, bisa membuat orang lupa diri sehingga nekat “merampok” uang rakyat.

Anies Baswedan datang ke kediaman Gus Mus berikut tiga putranya. Sebelumnya Anies juga sowan ke kediaman ulama sepuh KH Maimun Zubair di Karangmangu Kecamatan Sarang. Di kediaman Gus Mus, Anies hampir dua jam singgah, di antaranya berbincang soal isu kebangsaan. (Wahyu Salvana)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan