Guru Pandawa: Kades Tak Lagi Disodori Proposal LSM GMBI

Rabu, 6 Februari 2019 | 17:56 WIB

Pihak LSM Gerakan Masyarakat Bawah (GMBI) Distrik Rembang melakukan pertemuan dengan Pihak Paguyuban Guru Pandawa di Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, pada Senin (4/2/2019). (Foto: Istimewa)

 

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat bawah Indonesia (GMBI) Distrik Rembang dipastikan tidak akan lagi membawa proposal pengajuan bantuan kepada para kepala desa di Kabupaten Rembang.

Diberitakan sebelumnya, bahwa LSM GMBI menyatakan, mendatangi beberapa Kades di Kabupaten Rembang untuk silaturahmi, sekaligus mengajukan bantuan melalui proposal.

Purwanto Sekretaris Paguyupan Kades Guru Pandawa menyatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Pengurus LSM GMBI di Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, pada Senin (4/2/2019).

Dari pertemuan tersebut, ia menyatakan, bahwa ada salah paham antara pihaknya dengan LSM GMBI.

Ia mengakui, bahwa LSM GMBI adalah organisasi yang resmi dan terdaftar di Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kebangpolinmas).

Disinggung apakah dirinya mencabut pernyataan pada pemberitaan sebelumnya, Purwanto menyatakan tidak akan mencabut pernyataan tersebut. Karena, menurutnya yang terjadi hanyalah salah paham.

“Tidak, saya tidak mencabut pernyataan pemberitaan sebelumnya, namun kita harapkan ada koordinasi yang baik,” tegasnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan, bahwa LSM GMBI tidak akan lagi membawa proposal kepada sejumlah kades. Informasi ini juga akan disampaikan kepada seluruh kepala desa, Anggota Paguyuban Guru Pandawa.

Purwanto menybutkan, pada setiap bulan pihaknya menggelar rapat koordinasi (Rakor) membahas beberapa permasalahan seputar desa selama beberapa waktu terakhir.

“Kita juga meminta AD-ART dari GMBI untuk dipelajari dan disampaikan ke anggota (Kades), ” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris LSM GMBI Distrik Rembang, Adi Prasetyo ketika di konfirmasi membenarkan pihaknya akan menghentikan kegiatan membawa proposal ketika silaturahmi ke kades-kades.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari pandangan negatif dari masyarakat bahwa GMBI merupakan LSM peminta-minta.

 

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan