GP Ansor Rembang Instruksikan Salat Gaib dan Tahlil untuk Mbah Moen

Selasa, 6 Agustus 2019 | 16:35 WIB
Almarhum Kiai Haji Maimun Zubair alias Mbah Moen, saat menghadiri Haul KH. Bisri Mustofa atau Ayahanda KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), pada Rabu (14/11/2018) di Kompleks Pemakaman Umum Kabongan Kidul, Rembang.

REMBANG, mataairradio.com – Kabar duka menyelimuti tanah air, pasalnya Ulama kharismatik asal Rembang KH Maimun Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen wafat di Tanah Suci Mekah, pada Selasa (6/8/2019) pagi, tepatnya pukul 04.00 waktu setempat.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh reporter mataairradio.com, rencananya jenazah Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini akan dimakamkan di Ma’la, yakni kompleks pemakaman tertua kota Mekkah, Arab Saudi.

Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Rembang Pujianto mengungkapkan, sangat kehilangan sosok panutan dan juga tokoh bangsa itu.

Pimpinan GP Ansor Rembang menginstruksikan kepada seluruh kaderya untuk melaksanakan salat gaib serta mengirimkan doa untuk beliau dengan membacakan tahlil.

Intruksi ini ditujukan baik kepada jajaran pengurus anak cabang (PAC) tingkat kecamatan, maupun pengurus ranting atau tingkat desa.

“Kami GP Ansor Rembang menginstruksikan kepada segenap jajaran Ansor/Banser untuk melaksanakan salat gaib dan juga tahlil sampai tujuh hari mendatang,” tegasnya.

Pujianto berharap intruksi ini bisa diteruskan ke semua jajaran yang paling bawah untuk dilaksanakan.

Beberapa PAC sudah mengkonfirmasi untuk menggelar salat gaib setelah ibadah salat magrib dilaksanakan. Sedangkan untuk pembacaan tahlil akan berlangsung selama tujuh hari mendatang.

“GP Ansor sebagai salah satu Badan Otonom (Banom) dari NU sangat berduka dan berharap bisa meneruskan perjuangan yang dilakukan oleh Mbah Moen,” pungkasnya.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan