Garis Polisi di TKP Perampokan Dilepas, Pelaku Tertangkap?

Sabtu, 11 Juni 2016 | 12:32 WIB
Kapolres Rembang AKBP Sugiarto (kanan) didampingi Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono pada gelar perkara hasil sementara Operasi Pekat Candi 2016, Selasa (7/6/2016) siang. (Foto: Pujianto)

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto (kanan) didampingi Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono pada gelar perkara hasil sementara Operasi Pekat Candi 2016, Selasa (7/6/2016) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Police line atau garis batas polisi pada tempat kejadian perkara (TKP) perampokan dan pembunuhan terhadap Sarno di rumahnya, Dukuh Sawahan Desa Maguan Kecamatan Kaliori, dilepas, Jumat (10/6/2016) kemarin.

Spekulasi mengenai sudah tertangkapnya pelaku perampokan keji terhadap pedagang emas itu pun seketika menyeruak. Di kalangan warga, isu tentang tertangkapnya komplotan perampok uang dan perhiasan emas senilai ratusan juta itu, bahkan telah menggelinding.

Menanggapi pelepasan garis batas polisi di TKP perampokan tersebut, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, hal itu karena olah tempat kejadian perkara sudah selesai, sedangkan pelakunya masih belum tertangkap.

Ia juga mengatakan bahwa sejauh ini penyidik kepolisian masih memperdalam saksi-saksi, sehingga masyarakat diharapkan tidak beropini sendiri dan membuat gaduh proses penyelidikan.

“Untuk TKP sudah dibuka karena olah TKP sudah selesai. Penyidik masih memperdalam saksi-saksi. Untuk pelaku juga belum (tertangkap). Untuk lebih jelas, silakan konfirm Kasatreskrim,” ungkapnya ketika dikonfirmasi mataairradio pada Sabtu (11/6/2016), seputar pelepasan police line.

Warga Desa Maguan mengetahui pelepasan garis batas polisi pada menjelang Asar kemarin (10/6/2016). Police line yang hampir mengelilingi rumah korban perampokan dilepas oleh lebih dari lima orang petugas polisi.

Sementara itu, senada dengan Kapolres, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Eko Adi Pramono menyatakan pembukaan garis batas polisi karena keperluan terhadap TKP dianggap sudah cukup.

“Karena keperluan terhadap TKP dianggap sudah cukup (maka police line dilepas). Terhadap pelaku, masih dalam rangka penyelidikan,” demikian Kasatreskrim.

Sementara itu, per Sabtu (11/6/2016) ini, kasus perampokan dan pembunuhan terhadap Sarno, sudah berumur 14 hari dalam penanganan polisi di Kepolisian Resor Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan