Gara-gara Karaoke, Dua Pemuda Terkapar di Rumah Sakit

Senin, 19 September 2016 | 11:23 WIB
Ilustrasi (Foto: bodyofart.com)

Ilustrasi (Foto: bodyofart.com)

 

LASEM, mataairradio.com – Dua pemuda berasal dari Dukuh Muragan Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur terkapar di rumah sakit setelah terlibat cek-cok di sebuah kafe di bilangan Desa Jolotundo Kecamatan Lasem, Minggu (18/9/2016) dini hari kemarin.

Korban bernama Jumedi dan Sunari. Awalnya, keduanya sedang asyik berkaraoke di Kafe Sinta, Jolotundo. Kemudian datang enam orang yang ingin juga berkaraoke, tetapi sudah dalam pengaruh minuman keras.

Lantaran di dalam kafe sudah ada dua korban, sekelompok orang itu marah. Sejurus lalu, dua dari enam orang itu, Hery dan Lutfi warga Desa Ngemplak Kecamatan Lasem, marah dan terjadilah pertengkaran.

Dua warga Ngemplak itu lantas mengeluarkan senjata tajam dan membacok korban. Salah seorang korban menderita luka parah di kepala dan yang satunya lagi terluka di bagian tangan. Keduanya dirawat di RSI Arafah Rembang.

Namun sampai dengan Senin (19/9/2016) pagi, tinggal Sunari yang masih dirawat intensif di ICU rumah sakit, sedangkan Jumedi sudah pulang tetapi menjalani rawat jalan.

Kapolsek Lasem AKP Eko Budi Sulistyo mengonfirmasi kejadian tersebut. Pihaknya menyatakan sudah mendatangi tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi di lokasi kejadian.

“Kami juga sudah kumpulkan bukti di TKP. Sampai dengan tadi pagi petugas sudah mengamankan enam orang yang diduga terlibat dan masih dalam proses penyidikan,” ungkapnya.

Menurut Kapolsek, para tersangka kini sudah ditahan di sel tahanan Mapolres Rembang. Mengenai pasal yang dipersangkakan, polisi terlebih dahulu akan melakukan gelar perkara.

Tetapi polisi cenderung menjerat mereka dengan persangkaan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan yang ancaman hukumannya dua tahun, atau lima tahun penjara jika korbannya luka berat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan