Gandeng BNN, Panwaslu Desa Terpilih Dites Urine

Rabu, 10 Januari 2018 | 15:53 WIB

Para Panwaslu desa terpilih di Kabupaten Rembang menjalani tes urine di Gedung Hijau, kompleks rumah dinas wakil bupati setempat, Rabu (10/1/2018) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para Panwaslu desa terpilih di Kabupaten Rembang menjalani tes urine di Gedung Hijau, kompleks rumah dinas wakil bupati setempat, Rabu (10/1/2018) pagi.

Tes untuk memastikan bahwa Panwaslu desa terpilih bebas dari penggunaan Narkoba ini, menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah. Tes berlangsung sejak pagi hingga siang.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto mengatakan, tes bebas dari penggunaan Narkoba bagi Panwaslu desa merupakan perintah undang-undang.

“BNN kami gandeng supaya efektif,” terangnya kepada mataairradio.

Pasalnya, jumlah mereka yang dites mencapai ratusan. Kalau semuanya harus dikerjasamakan dengan pihak RSUD misalnya, dikhawatirkan kewalahan.

“RSUD kami ajak kerjasama hanya untuk tes rohani,” sambungnya.

Totok juga mengatakan, selain perintah undang-undang, tes bebas dari konsumsi Narkoba penting bagi Panwaslu desa karena yang bersangkutan merupakan bagian dari penyelenggara Pemilu.

Bebas dari penggunaan Narkoba, menurutnya, merupakan cerminan dari moralitas Panwaslu desa, sekaligus bukti bahwa pengawas pemilihan umum tidak melakukan tindak menyimpang dari aturan.

“Mereka yang terbukti mengonsumsi Narkoba akan dicoret dan tidak akan dilantik menjadi Panwaslu desa,” katanya.

Namun BNN akan melakukan klarifikasi lebih dulu kepada yang bersangkutan.

“Tadi BNN sempat bilang, bagi yang mengonsumsi obat-obatan tertentu karena sakit, agar laporan. Ini untuk klarifikasi,” katanya.

Ahmad Sahal, Panwaslu desa terpilih dari Trenggulunan Kecamatan Pancur menyatakan membayar Rp100.000 untuk tes tersebut.

Ongkos itu lebih murah ketimbang tes serupa di RSUD.

Ia pun menilai, tes bebas dari penggunaan Narkoba berarti penting.

Sebab, Panwaslu desa bekerja sesuai aturan. Bagaimana mau menjadi pengawas aturan, bila yang mengawasi tidak taat peraturan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan