Gagal Raih Rakit, Pencari Rumput Hilang Tenggelam

Monday, 21 August 2017 | 18:05 WIB

Warga menyaksikan upaya pencarian terhadap korban tenggelam di Embung Lodan, Senin (21/8/2017). (Foto: mataairradio.com)

 

SARANG, mataairradio.com – Seorang pencari rumput dilaporkan hilang tenggelam di Embung Lodan wilayah Desa Lodan Wetan Kecamatan Sarang pada Senin (21/8/2017) siang.

Korban bernama Nur Salim (55) warga RT 7 RW 1 Desa Lodan Kulon kecamatan setempat.

Menurut keterangan yang dihimpun dari lokasi kejadian, awalnya korban mencari rumput di dekat persawahannya, daerah Kaligempol, seberang selatan Embung Lodan.

Diduga, jelang tengah hari, yang bersangkutan bermaksud pulang ke rumah dengan membawa rumput.

Namun seperti biasa ia harus menyeberang dengan menggunakan rakit terbuat dari bambu.

Hanya saja, rakit itu berada agak ke utara, sehingga ia mesti meraihnya dengan batang pohon pisang.

“Tetapi korban gagal meraih rakit karena terlebih dahulu tenggelam. Mungkin karena lepas dari batang pohon pisang yang dipakai berenang,” tutur Kepala Desa Lodan Kulon Samsudin.

Dugaan Nur Salim tenggelam berdasarkan posisi rumput dan perlengkapan minum yang masih di tepian.

“Keluarga awalnya curiga; kok sampai tengah hari korban tidak pulang. Begitu dicari, ternyata yang ketemu cuma rumput dan perlengkapan minum. Lalu keluarga kontak saya,” katanya.

Kepala Desa Lodan Kulon lantas menghubungi Forkompimcam Sarang, tetapi sebelumnya pemuda desa sudah lebih dulu bertindak melakukan pencarian.

Hingga berita ini diturunkan pada Senin (21/8/2017) petang pukul 18.04 WIB, regu penolong termasuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, masih melakukan pencarian terhadap korban.

Nur Salim dilaporkan meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan