Empat Pegawainya Meninggal, Kinerja Satpol Timpang

Wednesday, 9 November 2016 | 16:58 WIB
Dua orang petugas Satpol PP Kabupaten Rembang memeriksa salah satu ruang karaoke tertutup di bangunan bekas Kantor Dinas Perhubungan di bilangan Jalan Kartini, Kamis (16/6/2016) malam. Dari keterangan petugas jaga kepada pihak Satpol PP, terungkap bahwa kafe karaoke tanpa izin tersebut sempat beroperasi lumayan lama, sebelum Ramadan 1437 Hijriah. (Foto: Pujianto)

Dua orang petugas Satpol PP Kabupaten Rembang memeriksa salah satu ruang karaoke tertutup di bangunan bekas Kantor Dinas Perhubungan di bilangan Jalan Kartini, Kamis (16/6/2016) malam. Dari keterangan petugas jaga kepada pihak Satpol PP, terungkap bahwa kafe karaoke tanpa izin tersebut sempat beroperasi lumayan lama, sebelum Ramadan 1437 Hijriah. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Rembang kini kekurangan personel. Pasalnya, dalam setahun ini ada empat pegawai di instansinya meninggal dunia.

Kepala Satpol PP Kabupaten Rembang Slamet Riyadi, Rabu (9/11/2016) pagi menyebutkan, jumlah pegawai di satuannya kini hanya sebanyak 67 personel. Rinciannya 58 PNS, 9 non-PNS.

Menurutnya, sepeninggal empat orang pegawainya karena meninggal dunia lantaran berbagai sebab seperti kecelakaan dan sakit parah, kinerja Satpol PP, sedikit terganggu.

“Kami sudah melapor kepada Bupati mengenai keadaan ini. Tiap ada pegawai yang meninggal, kita pasti laporan. Karena terkait gaji. Kegiatan masih jalan, tetapi sedikit terganggu” katanya.

Ia menyebutkan, persoalan kekurangan personel di instansinya belum akan bisa dijawab dengan pengisian dengan pegawai baru, dalam waktu dekat, karena belum ada pengadaan PNS.

“Jika pun pengisian pegawai bisa ditempuh dengan pergeseran personel dari SKPD lain, hal itu belum juga bisa dilakukan pada saat ini, karena Pemkab sedang fokus mengisi jabatan Sekda,” paparnya.

Kepala Seksi Penegak Perda Satpol PP Rembang Sudarno dalam sebuah kesempatan juga mengatakan, kurangnya personel membuat pihaknya sulit merealisasikan target yang telah dirancang.

Menrutnya, Seksi Gakda semestinya punya satu regu khusus. Satu regu, katanya terdiri atas 10 orang. Namun jumlah personel dalam satu regu khusus masih kurang dari 10 orang.

“Setiap kali razia, kami terpaksa ‘ngebon’ personel ke Seksi Trantib. Nampaknya pernah ada pengajuan tambahan personel ke BKD melalui Kepala Satpol PP. Namun dijawab belum ada personel,” katanya.

Sudarno membenarkan adanya cibiran terkait kinerja Satpol PP. Apalagi, Satpol yang mestinya giat menghimpun informasi dari masyarakat dan memberesi PNS yang keluyuran di jam kerja, kini nyaris tak berfungsi apa-apa. Terkait hal itu, Sudarno berdalih tak memiliki penyidik PNS.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan