Elpiji Tiga Kilogram Langka, Pemerintah Nyatakan Stok Masih Aman.

Jumat, 26 Juli 2019 | 17:10 WIB

Ilustrasi elpiji 3 kilogram.

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Rembang mengeluhkan langkanya elpiji tiga kilogram dalam sebulan terakhir. Pasalnya elpiji merupakan kebutuhan pokok rumah tangga yang harus ada.

Musyarofah Warga Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur sudah seminggu terakhir mengeluh kesulitan mencari elpiji melon ini. Biasanya dirinya membeli pada salah satu pengecer di depan rumahnya namun akhir-akhir ini pengecer tersebut kesulitan mendapatkan jatah. Akhirnya harus mencari ke warung yang cukup jauh jaraknya dari rumah.

Terkait harga juga ada perbedaan, sebelumnya elpiji didapat dengan harga Rp 20 ribu namun sekarang bisa sampai Rp 23 ribu. Menurutnya harga tidak menjadi soal walaupun ada selisih namun dirinya mempersoalkan tidak adanya barang di pasaran.

“Ya kita ngeluh lah Mas, lha itu kebutuhan pokok bagi ibu rumah tangga lho. Soal harga walaupun ada selisih kita tidak masalah asalkan barangnya ada,” ungkapnya.

Rina, salah satu pengecer asal Desa Turusgede Kecamatan Rembang membenarkan kelangkaan tersebut. Biasanya distribusi lancar namun akhir-akhir ini sedikit kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi ini. Dirinya mengaku mengambil barang dari distributor sebesar Rp 16 ribu sampai Rp 17. 500 dan menjualnya ke masyarakat Rp 20 ribu.

“Akhir-akhir ini memang sedikit sulit Mas mendapatkan barang,” ungkapnya.

Tri Handayani, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Dinperindagkop UMKM) Kabupaten Rembang menegaskan, kebutuhan elpiji melon sudah diperhitungkan secara matang selama setahun. Stok untuk tahun ini sebanyak 13.797 MT.

Dirinya menjelaskan bahwa bukan stok elpiji yang berkurang namun kebutuhan masyarakat yang meningkat. Apalagi dalam sebulan terakhir banyak sekali warga yang menggelar acara sedekah desa sehingga kebutuhan elpiji secara otomatis meningkat. Pihaknya memastikan bahwa distribusi elpiji secepatnya akan kembali stabil.

Dengan adanya kejadian tersebut malah bisa dijadikan indikator bahwa Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) di masyarakat mulai berkembang khususnya dibidang kuliner sehingga kebutuhan elpiji juga meningkat.

Pasalnya untuk satu buah elpiji melon standar dari pemerintah bisa digunakan dalam waktu dua minggu, artinya dalam satu bulan satu keluarga bisa menggunakan dua buah elpiji tiga kilogram.

“Stok masih aman Mas, faktornya mungkin akhir-akhir ini kan banyak desa yang menggelar perayaan sedekah desa, sehingga konsumsi meningkat, kita tidak mengurangi kuota kok,” pungkasnya.

Tri mengimbau masyarakat mau berganti dari tabung elpiji tiga kilogram ke tabung ukuran lima kilogram, walaupun memang lebih mahal. Karena pada dasarnya tabung elpiji ukuran tiga kilogram memang mendapatkan subsidi dari pemerintah. Dirinya berharap masyarakat yang merasa mampu agar beralih menggunakan tabung elpiji lima kilogram

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan