Ekspedisi Islam Nusantara Tebar Deradikalisasi di Rembang

Jumat, 8 April 2016 | 17:18 WIB
Dialog lintas iman di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Jumat (8/4/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Dialog lintas iman di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Jumat (8/4/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tim Ekspedisi Islam Nusantara dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) singgah di Kabupaten Rembang, Kamis (7/4/2016) malam.

Tim yang juga beranggotakan 39 jurnalis ini, lalu menebarkan pesan deradikalisasi dan kampanye anti-narkoba, Jumat (8/4/2016) pagi.

Koordinator Tim Ekspedisi Islam Nusantara Imam Pituduh mengatakan, pihaknya merekam jejak islam nusantara di 40 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Rembang.

“Sebelumnya, tim telah sempat singgah di Jakarta, Cirebon, Semarang, Demak, dan Kudus. Kami bergerak sejak 30 Maret lalu,” katanya kepada reporter mataairradio.

Dari perjalanan pihaknya itu, Imam berharap akan menemukan sejarah, nilai-nilai kebudayaan, serta peradaban islam nusantara.

Rencananya, tim akan bergerak sampai Papua hingga 9 Juni nanti, sehingga perjalanan memakan waktu 41 hari. Ekspedisi ini nantinya akan dibuat film dokumenter dan ensiklopedi islam nusantara.

“(Peradaban Islam nusantara) Sudah membumi sebenarnya. Tapi existing-nya supaya lebih kuat supaya dikenal dari generasi ke generasi,” tandasnya.

Di Kabupaten Rembang, Tim Ekspedisi Islam Nusantara, berziarah di makam KH Baidlowi, KH Cholil Masykuri, KH Ma’shum Masyhuri, Situs Religi Binangun, dan Pasujudan Sunan Bonang, yang semuanya berada di wilayah Kecamatan Lasem.

Tim ekspedisi yang berada dalam satu bus ini juga berkunjung di kediaman Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus.

Kepada tim, Gus Mus berkisah soal dakwah Wali Songo, seperti Sunan Kalijaga dengan gamelannya.

Ditemui reporter mataairradio di kediamannya, Gus Mus menjelaskan, ekspedisi islam nusantara merupakan bentuk upaya merekam jejak islam di Nusantara, sehingga bisa dijelaskan kepada masyarakat luas.

“Ekspedisi ini supaya bisa merekam islam nusantara dan dijelaskan supaya tidak ada yang salah paham. Itu pun tidak menjamin karena ada orang yang dari awal, tidak ingin paham. Itu tidak masalah.

Tapi orang yang netral, nanti bisa tahu duduk perkaranya; islam nusantara itu kayak apa. Islam anyaran apa justru islam lawas. Bedanya dengan islam tok (saja, red.) apa. Hasilnya bisa dijelaskan pada mereka-mereka yang belum jelas dan ingin jelas,” terangnya.

Kepala Seksi Ketahanan Kebangsaan pada Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Rembang Romli menyatakan apresiasi atas digelarnya pencegahan radikalisme dan kampanye anti-narkoba oleh tim ekspedisi islam nusantara.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting karena akan memperkecil peluang masuknya radikalisme di kabupaten ini. Tim Ekspedisi Islam Nusantara sempat juga menggelar diskusi lintas iman di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang di bilangan Jalan Soetomo.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan