Dua Orang Calon Haji Rembang Batal ke Tanah Suci Tahun Ini

Selasa, 26 Juni 2018 | 18:18 WIB

Para calon haji berasal dari Kabupaten Rembang bersiap berangkat dari gedung haji setempat ke Asrama Haji Donohudan Boyolali, Selasa (8/8/2017). Dari 348 calon haji yang tergabung pada Keloter 40, satu orang di antaranya gagal berangkat karena tiba-tiba sesak nafas. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dua orang calon haji berasal dari Kabupaten Rembang batal ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun islam yang kelima pada tahun ini.

Pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang mengungkapkan, dua orang yang batal berhaji ini, satu di antaranya karena meninggal dunia dan satu lainnya karena sakit.

Kepala Kantor Kemenag Rembang Atho’illah mengungkapkan, calon haji yang meninggal adalah Afwah Dimyati warga RT 1 RW 2 Desa Ngemplak Kecamatan Lasem.

Sementara, satu orang sakit sehingga menunda keberangkatannya berhaji tahun ini adalah Rochwidati warga RT 7 RW 2 Desa Mondoteko Kecamatan Rembang.

“Dua orang calon haji yang batal berangkat ini berasal dari Keloter 64. Keloter ini kini tinggal 181 jemaah asli Rembang,” terangnya melalui Humas Kantor Kemenag Rembang Shofatus Shodiqoh.

Keloter 64 sendiri juga terdiri atas 172 jemaah calon haji dari Kabupaten Jepara.

Jemaah calon haji berasal dari Kabupaten Rembang terbagi dalam Keloter 62, 63, dan 64.

Hanya Keloter 63 yang penuh oleh 355 jemaah dari Rembang. Sebab, Keloter 62; untuk penuh 355 jemaah, juga gabung dengan 101 jemaah dari Kabupaten Pati.

“Jemaah haji Keloter 62 akan berangkat dari Rembang pada pagi hari 3 Agustus, sedangkan Keloter 63 pada tanggal yang sama tetapi pada siang hari.

Adapun Keloter 64, berangkat pada pagi hari 4 Agustus mendatang,” bebernya.

Pihak Kementerian Agama RI juga sudah menentukan maktab atau pemondokan bagi jemaah dari Rembang di Mekkah.

“Keloter 62 di Syisyah, 63 di Jarwal, dan 64 di Raudhah,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan